Poster Film Horor Pabrik Gula Dinilai Terlalu Vulgar, Islam Sarankan Begini Agar Lebih Sopan dan Tetap Menarik!

AKURAT.CO Dalam beberapa waktu terakhir, sebuah poster film horor berjudul Pabrik Gula menuai kontroversi.
Banyak pihak menilai desain posternya terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan norma kesopanan, terutama dalam konteks masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama.
Islam sebagai agama yang memprioritaskan adab dan akhlak memiliki pandangan yang jelas mengenai bagaimana karya seni, termasuk poster film, seharusnya disampaikan agar tetap menarik tanpa melanggar etika.
Dalam Islam, seni dan kreativitas dihargai, tetapi harus berada dalam batasan syariat. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia hanya menyuruh kepada perbuatan keji dan mungkar." (QS. An-Nur: 21).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala bentuk ekspresi seni yang mengarah pada kefasihan, vulgaritas, atau menggiring pada hal-hal negatif adalah langkah-langkah setan yang seharusnya dihindari.
Baca Juga: Sinopsis Film The Equalizer Viral, Ini Hukum Islam tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang
Seni yang baik adalah seni yang memberikan manfaat, mendorong kebaikan, dan menjauhkan manusia dari keburukan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan." (HR. Muslim).
Keindahan yang dimaksud dalam hadits ini bukan hanya keindahan bentuk atau rupa, tetapi juga keindahan yang bersandar pada moralitas dan adab.
Sebuah poster film, meskipun bertujuan menarik perhatian, harus tetap mencerminkan nilai-nilai keindahan yang tidak melanggar norma agama.
Lalu, bagaimana seharusnya desain poster film dibuat agar tetap sopan namun tetap menarik? Islam mengajarkan prinsip moderasi (wasathiyah) dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam seni.
Desain poster bisa tetap kreatif dengan memanfaatkan elemen visual seperti warna, simbol, atau gaya tipografi yang unik tanpa harus menampilkan sesuatu yang vulgar.
Misalnya, fokus pada unsur misteri atau kekuatan cerita dari film tersebut, sehingga daya tariknya tidak bergantung pada eksploitasi unsur-unsur yang berlebihan.
Selain itu, penting bagi para pembuat film untuk memahami bahwa seni adalah medium dakwah. Sebuah karya seni, termasuk poster, bisa menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral yang positif.
Dalam hal ini, poster film horor dapat dirancang untuk menggugah rasa penasaran tanpa harus melanggar adab, seperti dengan menonjolkan elemen cerita yang menegangkan atau mengangkat sisi historis dari latar cerita film tersebut.
Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga pandangan, sebagaimana dalam firman Allah:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ
Artinya: "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka." (QS. An-Nur: 30).
Baca Juga: Kecewa dengan Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2024? Ini Pesan Islam untuk Anda!
Poster yang terlalu vulgar bisa menjadi penyebab pandangan yang tidak terjaga, sehingga penting bagi pembuatnya untuk memastikan karyanya tidak menjadi sumber fitnah atau dosa bagi orang lain.
Dengan demikian, poster film seperti Pabrik Gula dapat tetap menarik tanpa harus vulgar, asalkan dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai kesopanan yang diajarkan Islam.
Kreativitas yang dipadukan dengan adab adalah kunci untuk menciptakan seni yang tidak hanya estetis, tetapi juga bermakna dan mendatangkan kebaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









