Apa itu Koin Jagat? Bagaimana Hukum Berburu Harta Karun di Internet dan Ditukar Uang Tunai?

AKURAT.CO Fenomena berburu "harta karun" di internet, seperti Koin Jagat, menarik perhatian banyak orang. Koin Jagat adalah istilah yang merujuk pada aktivitas mencari peluang keuntungan melalui platform digital.
Biasanya, ini melibatkan pencarian objek-objek virtual yang dapat ditukar dengan uang tunai atau hadiah lain.
Aktivitas ini dianggap menarik karena memadukan unsur permainan, tantangan, dan potensi keuntungan finansial. Namun, dalam pandangan Islam, bagaimana hukum kegiatan semacam ini?
Dalam Islam, setiap aktivitas yang melibatkan keuntungan finansial harus mematuhi prinsip syariah, seperti keadilan, kejelasan, dan kebebasan dari unsur gharar (ketidakjelasan) atau maysir (judi). Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يا أيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29).
Baca Juga: Indonesia Teken Kuota Haji 2025 Sebanyak 221 Ribu Orang
Ayat ini menegaskan bahwa transaksi keuangan harus dilakukan dengan dasar suka sama suka dan tidak boleh melibatkan praktik yang batil, seperti penipuan, perjudian, atau eksploitasi.
Dalam kasus berburu harta karun di internet, jika aktivitas tersebut mengandung unsur spekulasi atau ketidakjelasan, maka dapat dikategorikan sebagai maysir (judi), yang diharamkan dalam Islam.
Allah SWT juga berfirman:
يسألونك عن الخمر والميسر قل فيهما إثم كبير ومنافع للناس وإثمهما أكبر من نفعهما
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: 'Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.'” (QS. Al-Baqarah: 219)
Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa meskipun aktivitas seperti berburu harta karun di internet mungkin memiliki manfaat, seperti hiburan atau hadiah, tetapi jika mengandung unsur perjudian, hukumnya tetap haram karena mudaratnya lebih besar.
Selain itu, dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan:
من غشنا فليس منا
Artinya: “Barang siapa yang menipu, maka dia bukan golongan kami.” (HR. Muslim)
Jika aktivitas ini melibatkan tipu daya atau memanfaatkan ketidaktahuan orang lain, maka jelas bertentangan dengan ajaran Islam.
Oleh karena itu, umat Islam harus berhati-hati dalam mengikuti kegiatan seperti ini dan memastikan bahwa aktivitas tersebut bebas dari unsur-unsur yang bertentangan dengan syariah.
Baca Juga: Umat Islam akan Terbagi Menjadi 73 Golongan, Mana yang Paling Benar?
Kesimpulannya, hukum berburu harta karun di internet, seperti Koin Jagat, bergantung pada mekanisme dan transparansinya.
Jika aktivitas ini memenuhi prinsip kejujuran, keadilan, dan terbebas dari unsur gharar atau maysir, maka dapat dibolehkan.
Namun, jika tidak, maka umat Islam sebaiknya menjauhinya demi menjaga kehalalan rezeki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








