Menag RI Bahas Tiga Isu Penting dengan Menhaj Saudi untuk Tingkatkan Layanan Jemaah Haji

AKURAT.CO Menteri Agama RI Nasaruddin Umar bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F Al Rabiah, dalam kunjungannya ke Jeddah pada 12 Januari 2025.
Pertemuan tersebut membahas tiga isu utama yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
Menag menyampaikan, "Pembicaraan kita itu tadi ada tiga komponen, dan itu semua dalam rangka meningkatkan layanan jemaah haji Indonesia."
Dalam pertemuan tersebut, isu pertama yang dibahas adalah penambahan jumlah petugas haji. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya hal ini mengingat banyaknya jemaah Indonesia yang lanjut usia (lansia).
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), lebih dari 42.000 jemaah lansia berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025. Selain itu, ada sekitar 10.000 kuota prioritas yang juga dialokasikan untuk mereka.
Baca Juga: Indonesia Teken Kuota Haji 2025 Sebanyak 221 Ribu Orang
"Kalau kita hanya punya jumlah petugas seperti sekarang, satu pesawat rencananya hanya didampingi tiga petugas kloter (kelompok terbang). Bagaimana mungkin 400 orang atau 300 lebih, hanya dibimbing oleh tiga orang," ujar Menag.
Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya memperhatikan pembagian gender dalam penugasan petugas. Ia berharap kuota petugas dapat ditambah untuk memastikan layanan yang optimal bagi jemaah.
Isu kedua yang dibahas adalah usulan pembebasan biaya masuk Masyair (Arafah-Muzdalifah-Mina) bagi petugas haji Indonesia. Menurut informasi, kebijakan pembebasan biaya yang sebelumnya berlaku akan dihapus oleh Pemerintah Saudi pada musim haji 1446 H.
Menag menyampaikan permohonan agar kebijakan ini tetap berlaku. "Kami sampaikan itu kalau bisa kita free of charge seperti tahun lalu," katanya.
Ketiga, Menag memperkenalkan skema Tanazul kepada Menteri Haji Saudi. Skema ini memungkinkan jemaah yang tinggal di sekitar Jamarat untuk kembali ke hotel setelah melaksanakan Mabit di Mina, guna mengurangi kepadatan di area tersebut.
Menurut Menag, "Skema ini akan mengurangi kepadatan di Mina. Jumlah jemaah haji Indonesia sangat banyak dan skema ini dirasa akan berpengaruh dalam mengurangi kepadatan."
Selain bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah, Menag juga menjalin komunikasi dengan sejumlah stakeholder penyedia layanan haji di Arab Saudi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Saudi atas penyelenggaraan program haji yang semakin baik.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar: Biaya Haji 2025 Akan Lebih Murah Tanpa Mengurangi Kualitas Pelayanan
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi karena telah merancang program perhajian dengan sangat baik. Saya kira ini juga menjadi obsesi pemerintah Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dari sebelumnya," pungkasnya.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam mengupayakan pengalaman haji yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berusia lanjut dan membutuhkan perhatian khusus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









