Kalender Jawa Weton 30 Januari 2025 Tentang Apa? Yuk Lihat Bagaimana Islam Merespons Ini

AKURAT.CO Dalam tradisi masyarakat Jawa, kalender Jawa Weton memiliki sistem perhitungan weton yang mengkombinasikan penanggalan Saka, Hijriah, dan unsur budaya lokal.
Weton adalah hari kelahiran yang dihitung berdasarkan kombinasi hari pasaran (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi) dengan hari dalam kalender Masehi atau Hijriah.
Weton sering digunakan untuk berbagai keperluan, seperti menentukan hari baik, perjodohan, hingga ritual adat.
Pada tanggal 30 Januari 2025, jika dihitung berdasarkan kalender Jawa, wetonnya jatuh pada Kamis Pon.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Kamis Pon memiliki makna tertentu, terutama terkait dengan karakter seseorang yang lahir pada hari tersebut serta pengaruhnya dalam kehidupan mereka.
Namun, bagaimana Islam memandang kepercayaan terhadap weton dan perhitungan hari baik atau buruk?
Islam dan Kepercayaan terhadap Weton
Islam adalah agama yang mengajarkan tauhid, yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah semata.
Dalam ajaran Islam, tidak ada konsep hari baik atau hari buruk yang dapat menentukan nasib seseorang. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah ketetapan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
"Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu." (QS. Az-Zumar: 62)
Baca Juga: Dampak Negatif Nonton Film Streaming LK21 dalam Pandangan Islam
Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang berkuasa atas segala sesuatu, termasuk kehidupan manusia.
Kepercayaan bahwa hari tertentu membawa keberuntungan atau kesialan bertentangan dengan ajaran Islam yang melarang segala bentuk takhayul. Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
"Tidak ada penularan penyakit (tanpa izin Allah), tidak ada kesialan karena burung, tidak ada pertanda buruk dari burung hantu, dan tidak ada kesialan dalam bulan Shafar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Islam menolak segala bentuk kepercayaan yang mengaitkan nasib dengan hal-hal tertentu di luar kehendak Allah.
Jika seseorang percaya bahwa weton tertentu akan menentukan keberuntungan atau kesialan, maka hal ini termasuk dalam bentuk tathayyur (takhayul), yang dilarang dalam Islam.
Bagaimana Sikap Seorang Muslim terhadap Weton?
Sebagai seorang Muslim, kita boleh memahami budaya lokal selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Jika kalender Jawa hanya digunakan sebagai alat untuk mencatat peristiwa atau menentukan jadwal kegiatan tanpa keyakinan mistis, maka hal itu tidak menjadi masalah.
Namun, jika seseorang meyakini bahwa weton memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi nasib, maka hal ini bertentangan dengan tauhid.
Allah berfirman:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 3)
Ayat ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus bertawakal kepada Allah dalam segala urusan dan tidak menggantungkan nasib pada perhitungan hari atau weton.
Baca Juga: Hukum Nonton Film Indoxxi LK21 yang Ilegal dalam Perspektif Hadis Nabi
Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa keberuntungan dan kesuksesan seseorang bergantung pada usaha dan doa kepada Allah, bukan pada hari kelahiran atau hitungan kalender.
Kesimpulannya, kalender Jawa dan weton adalah bagian dari budaya yang berkembang di masyarakat.
Namun, Islam mengajarkan bahwa keyakinan terhadap hari baik dan buruk tidak memiliki dasar dalam ajaran agama.
Seorang Muslim hendaknya berpegang teguh pada tauhid dan meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.
Oleh karena itu, memahami weton sebagai bagian dari tradisi boleh saja, selama tidak disertai dengan kepercayaan mistis yang bertentangan dengan akidah Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








