Akurat
Pemprov Sumsel

Kalender Jawa Weton 3 Februari 2025: Menilik Kecocokan Rezeki dan Jodoh dalam Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Februari 2025, 08:00 WIB
Kalender Jawa Weton 3 Februari 2025: Menilik Kecocokan Rezeki dan Jodoh dalam Islam

AKURAT.CO Kalender Jawa Weton 3 Februari 2025 merupakan hari yang ditunggu sebagian orang. Namun bagaimana terkait dengan Jawa Weton dalam kaitannya dengan jodoh dan rezeki ini?

Dalam tradisi masyarakat Jawa, sistem penanggalan yang disebut weton sering digunakan untuk menentukan berbagai aspek kehidupan, termasuk kecocokan jodoh dan rezeki.

Weton 3 Februari 2025 dalam Kalender Jawa memiliki perhitungan tertentu yang dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai karakter seseorang dan nasib yang menyertainya.

Namun, bagaimana Islam memandang konsep kecocokan rezeki dan jodoh berdasarkan hitungan seperti ini?

Islam mengajarkan bahwa rezeki dan jodoh adalah bagian dari ketentuan Allah yang telah ditetapkan sejak seseorang berada dalam kandungan ibunya.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa setelah usia janin mencapai empat bulan dalam rahim, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh serta menetapkan empat perkara: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia termasuk orang yang bahagia atau celaka.

Baca Juga: Kalender Jawa Weton 3 Februari 2025 tentang Apa? Bagaimana Pandangan Islam soal Weton Jawa?

Ini menunjukkan bahwa rezeki dan jodoh bukanlah sesuatu yang bisa dihitung berdasarkan kalender atau weton, melainkan sudah ditentukan oleh Allah.

Allah juga berfirman dalam Al-Qur'an mengenai rezeki, dalam Surah Hud ayat 6:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya: "Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan rezekinya telah ditetapkan oleh Allah. Dia mengetahui tempat berdiam dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

Ayat ini menegaskan bahwa rezeki adalah jaminan dari Allah, bukan sesuatu yang bisa dihitung berdasarkan perhitungan manusia. Begitu pula dengan jodoh, Allah telah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 26:

ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ

Artinya: "Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik."

Ayat ini menunjukkan bahwa jodoh seseorang lebih ditentukan oleh amal dan kebaikannya, bukan oleh perhitungan kalender atau tradisi tertentu.

Baca Juga: Kalender Jawa Weton vs Kalender Hijriyah: Mana yang Lebih Akurat Menurut Islam?

Oleh karena itu, dalam Islam, kecocokan jodoh bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh weton, melainkan oleh usaha, doa, dan ketakwaan kepada Allah.

Meskipun tradisi weton masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat sebagai bagian dari budaya, umat Islam sebaiknya lebih mengandalkan tawakal kepada Allah dalam urusan jodoh dan rezeki.

Sebab, hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Mengatur segala sesuatu dalam kehidupan manusia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.