Akurat
Pemprov Sumsel

Link Nonton Film IndoXXI LK21: Sekadar Hiburan atau Bentuk Kemungkaran Modern?

Fajar Rizky Ramadhan | 10 Februari 2025, 10:30 WIB
Link Nonton Film IndoXXI LK21: Sekadar Hiburan atau Bentuk Kemungkaran Modern?

AKURAR.CO Link nonton film Indoxxi LK21 banyak digemari netizen. Di era digital, akses terhadap hiburan semakin mudah dan instan.

Platform ilegal seperti IndoXXI dan LK21 menawarkan berbagai film secara gratis tanpa perlu berlangganan layanan resmi.

Banyak orang yang menganggap ini sebagai solusi praktis untuk menikmati hiburan tanpa biaya.

Namun, di balik kemudahan ini, ada permasalahan besar yang perlu direnungkan: apakah tindakan ini sekadar hiburan atau sebenarnya bagian dari kemungkaran modern yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam?

Dalam Islam, konsep kemungkaran merujuk pada segala sesuatu yang bertentangan dengan prinsip keadilan, kejujuran, dan hukum yang telah ditetapkan Allah.

Pembajakan film, meskipun tampak seperti pelanggaran kecil, sejatinya merupakan bentuk pengambilan hak orang lain secara tidak sah.

Al-Qur’an telah menegaskan larangan untuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 188:

كلُواْ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقًۭا مِّنْ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: "Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 188).

Baca Juga: Link Nonton Film IndoXXI LK21 dan Ancaman Konten Bajakan: Perspektif Islam dalam Al-Qur’an

Ayat ini secara jelas melarang perbuatan mengambil atau menikmati sesuatu yang bukan haknya dengan cara yang tidak sah.

Film yang diproduksi secara resmi melibatkan banyak pihak yang bekerja keras, mulai dari aktor, sutradara, penulis skenario, hingga kru produksi.

Ketika seseorang menonton film bajakan, ia mendapatkan manfaat dari karya tersebut tanpa memberikan timbal balik yang layak kepada para pembuatnya. Ini merupakan bentuk kezaliman yang tidak sesuai dengan prinsip Islam.

Lebih lanjut, Islam juga menekankan pentingnya menjauhi hal-hal yang mencederai kejujuran dan keadilan. Dalam surah Al-Mutaffifin ayat 1-3, Allah mengecam mereka yang berlaku curang dalam urusan muamalah:

وَيْلٌۭ لِّلْمُطَفِّفِينَ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Artinya: "Celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, tetapi apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi." (QS. Al-Mutaffifin: 1-3)

Menonton film bajakan bisa dikategorikan sebagai bentuk kecurangan, karena seseorang menikmati sebuah karya tanpa membayar harga yang seharusnya. Jika diibaratkan dalam dunia nyata, ini sama seperti mengambil barang di toko tanpa membayar.

Selain aspek ekonomi dan keadilan, ada pula dimensi moral yang perlu dipertimbangkan. Islam mengajarkan bahwa seorang Muslim harus menjauhi segala bentuk kemungkaran, sebagaimana dalam surah Ali Imran ayat 110:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ

Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imran: 110).

Baca Juga: Niat Puasa Sunnah Senin, Mudah Dihafal dan Dapat Banyak Pahala

Jika umat Islam dianjurkan untuk mencegah kemungkaran, maka ikut serta dalam budaya pembajakan justru bertentangan dengan perintah ini.

Menggunakan layanan ilegal seperti IndoXXI dan LK21 bukan hanya merugikan industri kreatif, tetapi juga membentuk kebiasaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Meskipun menonton film adalah aktivitas yang bisa menjadi sarana hiburan, cara memperolehnya tetap harus diperhatikan.

Islam tidak melarang hiburan, tetapi mengajarkan keseimbangan dalam menikmati kesenangan hidup dengan cara yang halal dan tidak merugikan pihak lain.

Oleh karena itu, solusi terbaik adalah mengakses film melalui jalur resmi agar hak para pembuatnya tetap terjaga dan keberkahan tetap terpelihara dalam setiap aspek kehidupan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.