Pesawat Terakhir di Bandara Sanaa Dihancurkan Israel, Puluhan Jemaah Haji Gagal Berangkat

AKURAT.CO Serangan udara Israel pada Rabu (28/5/2025) menghancurkan pesawat terakhir milik Yemenia Airways yang berada di Bandara Internasional Sanaa, Yaman. Bandara tersebut berada di bawah kendali kelompok Houthi.
Serangan tersebut menghantam pesawat yang seharusnya digunakan untuk mengangkut jemaah haji ke Mekkah, serta merusak sebagian landasan pacu. Akibatnya, puluhan jemaah terpaksa membatalkan keberangkatan mereka dan kembali ke rumah masing-masing.
Dalam pernyataan resminya, Yemenia Airways menyebutkan bahwa pesawat itu dijadwalkan untuk menerbangkan jemaah haji ke Arab Saudi. Serangan itu disebut memperparah krisis transportasi udara dari wilayah yang dikuasai Houthi.
Menteri Wakaf dan Bimbingan Yaman dari pemerintahan yang digulingkan, Dr. Mohammed Shabeeb, menyatakan bahwa insiden ini merupakan buntut dari kelalaian kelompok Houthi.
Baca Juga: DPR Soroti Penerapan Sistem 8 Syarikah Haji 2025: Jangan Korbankan Kenyamanan Jemaah
“Yang memperburuk keadaan adalah mereka kemudian meninggalkan pesawat-pesawat itu di daerah yang tidak aman, sehingga pesawat-pesawat itu rentan terhadap serangan Israel di Sanaa,” ujarnya.
Shabeeb juga mengungkapkan bahwa Houthi telah menolak berbagai upaya mediasi untuk memindahkan pesawat-pesawat tersebut ke bandara yang lebih aman, baik di dalam maupun luar negeri.
Tahun lalu, menurutnya, Houthi bahkan membajak empat pesawat Yemenia dan menyebabkan 1.300 jemaah terlantar di Arab Saudi.
“Apa yang terjadi hari ini adalah akibat langsung dari kecerobohan ini. Jet terakhir Yaman di bandara Sanaa telah hancur, yang memaksa puluhan jemaah haji untuk kembali ke rumah,” tambahnya.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Tutup Proses Pemvisaan Haji, Termasuk untuk Haji Reguler dan Khusus
Sebanyak 78 jemaah kini tertahan dan otoritas terkait tengah berupaya mengevakuasi mereka melalui jalur darat Wadia agar tetap bisa melaksanakan ibadah haji.
Shabeeb memastikan pihak kementeriannya akan melakukan segala upaya untuk membantu para jemaah. “Kami akan melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk memastikan mereka mengamankan hak jemaah untuk melaksanakan haji,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










