Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh Digabungkan dengan Puasa Qadha Ramadhan?

AKURAT.CO Banyak umat Islam yang ingin memaksimalkan ibadah dengan menggabungkan beberapa niat puasa dalam satu waktu. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: apakah boleh menjalankan puasa Ayyamul Bidh sambil mengqadha puasa Ramadhan yang tertinggal?
Pertanyaan ini sangat relevan, apalagi bagi mereka yang belum sempat mengganti utang puasa Ramadhan dan di saat yang sama ingin mengejar pahala puasa sunnah Ayyamul Bidh, yang dikenal memiliki keutamaan luar biasa.
Menggabungkan Niat: Boleh atau Tidak?
Menurut pandangan mayoritas ulama, termasuk dalam mazhab Syafi’i, boleh menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Ayyamul Bidh. Namun, perlu dicatat: yang menjadi prioritas utama adalah puasa wajib, yaitu qadha.
Maka ketika niat digabungkan, pahala qadha tetap sah, dan insyaAllah pahala sunnah juga akan diraih — meskipun tingkatannya tidak seperti jika dikerjakan terpisah.
Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh, Lengkap dengan Jadwal Puasa di Bulan Juni 2025
Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa jika seseorang berniat puasa wajib (misalnya qadha) pada hari yang juga dianjurkan untuk puasa sunnah, maka sah dan cukup untuk memenuhi kewajiban qadha, serta berharap mendapat pahala sunnah meski tidak secara penuh.
Kapan Niat Digabung Itu Sah?
Niat utama harus tetap ditujukan untuk puasa wajib. Maka lafaz atau niat dalam hati pun harus lebih dulu memastikan bahwa puasa yang dilakukan adalah untuk mengganti Ramadhan. Berikut contoh niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i Ramadāna lillāhi ta‘ālā
“Aku niat puasa esok hari untuk mengganti (qadha) Ramadhan karena Allah Ta‘ālā.”
Kemudian, jika hari itu bertepatan dengan tanggal Ayyamul Bidh, seperti 14 atau 15 Dzulhijjah, maka bisa sekalian berharap mendapatkan keutamaannya.
Keutamaan yang Mungkin Diraih
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari, No. 1979)
Namun para ulama menjelaskan bahwa jika hanya berniat qadha tanpa menyebut niat sunnah, maka pahalanya sebagai qadha tetap sah, dan keutamaan sunnah bisa tetap didapat karena waktu dan niatnya bersinggungan.
Idealnya Dipisah, Tapi Tidak Harus
Kalau bisa, tentu lebih utama memisahkan antara puasa qadha dan sunnah. Tapi untuk mereka yang memiliki keterbatasan waktu, tenaga, atau ingin efisiensi ibadah, maka penggabungan niat tetap diperbolehkan dan bernilai ibadah di sisi Allah.
Baca Juga: Jadwal dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 2025, Ini Penjelasannya
Kesimpulan:
-
Boleh menggabungkan puasa Ayyamul Bidh dengan qadha Ramadhan.
-
Prioritaskan niat qadha karena statusnya wajib.
-
Keutamaan sunnah tetap bisa diraih, meski tidak seoptimal jika dipisahkan.
-
Jika mampu, lebih baik qadha dan puasa sunnah dilakukan secara terpisah.
Dengan memahami hal ini, kita bisa beribadah lebih fleksibel namun tetap berlandaskan ilmu. Jangan lupa, niat tetap jadi kunci. Wallahu a’lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








