Buya Yahya Tegaskan Tidak Ada Sholat atau Istighfar Khusus Asyura dalam Syariat Islam

AKURAT.CO Menjelang peringatan 10 Muharram atau hari Asyura, masyarakat Muslim kembali disibukkan dengan berbagai amalan sunnah.
Salah satu yang sering diperbincangkan adalah adanya sholat khusus dan bacaan istighfar yang dinamakan “Asyura”. Namun, benarkah amalan tersebut dianjurkan dalam syariat Islam?
Pengasuh LPD Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, dalam ceramahnya menegaskan bahwa tidak ada dalil sahih yang menunjukkan adanya sholat sunnah khusus dengan nama Sholat Asyura.
“Gak ada sholat Asyura,” ujar Buya Yahya tegas dalam tayangan kanal YouTube @albahjah-tv, Sabtu (5/7/2025).
Ia menjelaskan, umat Islam memang dianjurkan memperbanyak amal saleh di bulan Muharram, termasuk salat sunnah. Namun, salat tersebut adalah salat sunnah yang bersifat umum, seperti duha, tahajud, rawatib, atau salat sunnah mutlak yang memang disyariatkan di hari-hari biasa.
Baca Juga: Berburu Link Saldo Dana Gratis untuk Dapat Uang Secara Cuma-Cuma, Apa Hukumnya dalam Islam?
Begitu pula dengan bacaan istighfar. Menurut Buya Yahya, tidak ada istighfar khusus yang dinamakan “Istighfar Asyura.” Meski begitu, memperbanyak istighfar tetap dianjurkan kapan saja, termasuk di hari Asyura.
“Istigfar Asyura juga tidak ada, tapi beristigfar di Asyura boleh,” jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam menamai ibadah yang tidak memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an dan Sunnah. Penamaan yang tidak berdasar bisa menimbulkan anggapan seolah-olah ibadah tersebut pernah diajarkan Nabi Muhammad SAW, padahal tidak demikian.
Ia mencontohkan, bersedekah pada hari Asyura tentu merupakan perbuatan baik, namun tidak perlu diberi label “Sedekah Asyura.” “Jangan sampai istilah-istilah baru membuat orang salah paham seolah-olah itu bagian dari syariat,” tegasnya.
Baca Juga: Buya Yahya Ajak Umat Islam Dukung Iran Bombardir Israel: Kesampingkan Perbedaan Mazhab!
Buya Yahya menekankan bahwa semua amal saleh yang dilakukan dengan niat ikhlas tetap diterima Allah SWT. Namun, menambahkan label atau tata cara ibadah yang tidak berdasar justru bisa mengaburkan ajaran Islam yang murni.
Penjelasan ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar selektif dalam menjalankan ibadah, serta memastikan semua amalan memiliki landasan yang sahih dari ajaran Rasulullah SAW.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








