Tanggal Hijriah Hari Ini 3 Agustus 2025 serta Amalan yang Dianjurkan

AKURAT.CO Mengetahui tanggal Hijriah menjadi hal penting bagi umat Islam dalam menyusun agenda ibadah harian. Tak hanya sebagai penanda waktu ibadah wajib dan sunnah, kalender Hijriah juga digunakan untuk menentukan momentum spiritual seperti puasa sunnah, hari besar Islam, serta momen keagamaan lainnya yang memiliki nilai ibadah dan historis.
Hari ini, Minggu 3 Agustus 2025, berdasarkan kalender resmi yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, bertepatan dengan 9 Safar 1447 Hijriah. Safar adalah bulan kedua dalam sistem penanggalan Islam, yang seringkali disalahpahami sebagai bulan yang “bermuatan sial.”
Padahal, dalam perspektif Islam, tidak ada bulan yang membawa kesialan. Semua hari dan bulan adalah milik Allah dan dipenuhi dengan peluang untuk memperbanyak amal baik.
Nama "Safar" sendiri memiliki akar sejarah yang unik. Dalam kitab Tafsir Ibn Katsir, disebutkan bahwa bulan ini dinamakan “Safar” karena pada masa awal Arab pra-Islam, rumah-rumah penduduk menjadi kosong—shafar al-buyūt—sebab para lelaki keluar untuk berperang atau melakukan perjalanan jauh.
Imam Ibn Katsir menuliskan, "Safar dinamakan dengan nama tersebut, karena sepinya rumah-rumah mereka dari mereka, ketika mereka keluar untuk perang dan bepergian." (Tafsir Ibn Katsir, Juz IV, hlm. 146).
Dalam masyarakat modern, momentum bulan Safar semestinya ditangkap sebagai ajakan untuk lebih reflektif dan aktif dalam mengisi kehidupan spiritual.
Bukan malah dijadikan alasan untuk menghindari kegiatan atau menyebarkan keyakinan tahayul. Islam menolak takhayul dan mengajarkan untuk mengisi setiap waktu dengan amal yang bermanfaat.
Ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Safar, sebagaimana dijelaskan oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dalam Kalender Ibadah Sepanjang Tahun. Amalan tersebut meliputi:
-
Memperbanyak membaca Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah cahaya hati yang menerangi hari-hari seorang Muslim, apapun bulannya.
-
Shalat Dhuha dan Tahajud, dua ibadah sunnah yang dapat menguatkan koneksi spiritual dengan Allah SWT, terutama di tengah rutinitas duniawi yang melelahkan.
-
Sedekah harian, meskipun sedikit, tetapi konsisten. Sedekah adalah perisai dari keburukan, dan pintu rahmat yang membuka keberkahan di hari-hari kita.
-
Memperbanyak doa dan istighfar, termasuk membaca doa perlindungan dari bala dan bencana, yang sering dikaitkan secara keliru dengan bulan ini.
-
Menjalani hari dengan semangat positif, meninggalkan prasangka buruk terhadap hari, angka, atau bulan tertentu yang dianggap membawa malapetaka.
Mengingat bahwa tidak ada bulan dalam Islam yang bersifat buruk, bulan Safar justru seharusnya menjadi momentum untuk melawan stigma dan membangun spiritualitas dengan pendekatan yang lebih rasional dan berorientasi pada amal.
Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (berprasangka sial karena sesuatu), tidak ada burung hantu yang membawa pertanda kematian, dan tidak ada bulan Safar (yang membawa sial)."
Baca Juga: Kang Dedi Dikritik karena Ubah Nama Rumah Sakit Jadi Welas Asih, Ini Kesalahannya Menurut Islam
Dengan demikian, mengetahui tanggal Hijriah bukan hanya bermanfaat secara praktis, tetapi juga dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup berdasarkan waktu-waktu ibadah yang telah ditentukan dalam Islam.
Tanggal 9 Safar 1447 H hari ini mengingatkan kita bahwa waktu terus berjalan, dan setiap harinya membuka peluang untuk memperbaiki diri serta menambah amal kebajikan.
Semoga bulan ini menjadi ladang amal dan bukan ladang ketakutan. Islam datang membawa rahmah dan hikmah, bukan ketakutan atas mitos yang tak berdasar. Maka mari sambut hari-hari Safar dengan iman, amal, dan semangat yang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








