Kenapa Sri Mulyani Sebut Guru sebagai Beban Negara? Padahal Rasulullah Sendiri Merupakan Guru

AKURAT.CO Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara memantik gelombang protes dari berbagai kalangan.
Ucapan ini dianggap merendahkan profesi mulia seorang pendidik, yang justru menjadi pondasi utama lahirnya generasi bangsa.
Banyak guru merasa tersakiti, sebab dedikasi mereka bukanlah untuk membebani, melainkan mencerdaskan dan membangun masa depan Indonesia.
Jika ditelusuri secara mendalam, pernyataan ini seolah melupakan fakta historis dan ajaran Islam sendiri: Rasulullah Muhammad Saw adalah sosok guru terbesar bagi umat manusia.
Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan teladan dalam akhlak, kepemimpinan, dan kehidupan sosial. Bahkan Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Rasulullah diutus sebagai "mu’allim" atau pengajar yang menyampaikan kebenaran dengan penuh kasih sayang.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا»
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah sebagai seorang guru.” (HR. Ibnu Majah).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Ini Nasib Negara Jika Tanpa Guru Menurut Islam
Hadits ini menunjukkan bahwa profesi guru bukanlah sesuatu yang sepele, apalagi dianggap sebagai beban. Sebaliknya, guru adalah cerminan dari misi kenabian itu sendiri. Jika seorang guru disebut sebagai beban, maka bagaimana kita menempatkan posisi Rasulullah yang juga berperan sebagai guru?
Tanpa guru, bangsa akan kehilangan arah. Tanpa guru, generasi muda akan tumbuh tanpa bimbingan ilmu dan akhlak. Dan tanpa guru, negara akan gagal menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan global. Justru guru adalah investasi terbesar sebuah bangsa, bukan beban.
Dalam perspektif Islam, menghormati guru sama halnya dengan menghormati ilmu. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa guru adalah orang yang menempati kedudukan mulia setelah para nabi. Maka, ketika pemerintah menyebut guru sebagai beban, hal ini bertentangan dengan spirit Islam yang memuliakan pendidik.
Indonesia seharusnya belajar dari ajaran Rasulullah. Guru tidak layak dipandang sebagai beban fiskal semata, tetapi sebagai pilar peradaban. Karena itu, negara berkewajiban untuk memuliakan dan menyejahterakan guru, sebab dari merekalah lahir generasi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.
Doa yang seharusnya kita panjatkan adalah agar guru-guru di Indonesia dimuliakan dan diberi kekuatan dalam mengemban tugas:
اللَّهُمَّ أَكْرِمْ مُعَلِّمِينَا وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ وَاجْعَلْهُمْ مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ وَمَغْلَقًا لِلشَّرِّ
“Allāhumma akrim mu‘allimīnā wa irfa‘ darajātihim wa aj‘alhum miftāḥan lil-khairi wa mughlaqan li-sharr.”
“Ya Allah, muliakanlah guru-guru kami, angkatlah derajat mereka, dan jadikanlah mereka pembuka jalan kebaikan serta penutup pintu keburukan.”
Baca Juga: Guru Bisa Dapat BSU Rp600 dari Pemerintah, Ini Syaratnya!
Bangsa yang menghormati guru adalah bangsa yang akan berdiri tegak di masa depan. Maka, alih-alih menyebut guru sebagai beban, sudah saatnya Indonesia memandang guru sebagai cahaya yang menerangi jalan menuju kejayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








