Rasulullah Tidak Pernah Menganggap Guru sebagai Beban, Beliau Memastikan Kesejahteraannya

AKURAT.CO Dalam sejarah Islam, guru bukan hanya dianggap sebagai sosok yang mengajarkan ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan moral. Rasulullah Muhammad SAW sendiri adalah teladan terbesar dalam menghormati pengajar.
Beliau tidak pernah sekalipun menyebut guru sebagai beban, apalagi menempatkan mereka pada posisi rendah di hadapan umat. Justru sebaliknya, Rasulullah sangat memuliakan mereka yang berilmu dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Hadis ini menjadi bukti bahwa mengajar adalah amal yang paling mulia, dan kedudukan guru begitu tinggi di mata Islam.
Mengajarkan ilmu, apalagi ilmu agama, dianggap sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski seorang guru telah wafat. Dengan kata lain, guru adalah aset berharga peradaban, bukan beban.
Baca Juga: 5 Doa untuk Guru, agar Mereka Selalu Sehat dan Sejahtera
Selain memberikan penghormatan, Rasulullah juga memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang berperan sebagai pendidik.
Salah satu contoh adalah ketika beliau menugaskan sahabat untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada kaum muslimin, Rasulullah memberikan perhatian penuh, bahkan memastikan mereka mendapatkan haknya.
Dalam riwayat, Rasulullah pernah memberikan ghanimah (harta rampasan perang) kepada para sahabat yang mengajarkan ilmu sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan guru tidak boleh diabaikan, karena mereka memikul amanah besar mencerdaskan umat.
Konsep penghormatan terhadap guru ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an. Firman-Nya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11).
Ayat ini menegaskan bahwa guru—sebagai orang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya—ditempatkan pada kedudukan tinggi oleh Allah. Maka, bagaimana mungkin mereka dianggap sebagai beban? Justru tanpa guru, bangsa tidak akan memiliki generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Sejarah peradaban Islam membuktikan bahwa guru adalah pilar utama kemajuan. Para ulama besar, seperti Imam Al-Ghazali, Imam Syafi’i, hingga Ibnu Khaldun, semuanya lahir dari proses panjang bersama guru-guru yang membimbing mereka.
Tidak ada satu pun catatan yang menyebutkan bahwa guru diremehkan atau dipandang sebagai beban. Sebaliknya, guru diperlakukan dengan penuh penghormatan, bahkan sering dijadikan teladan masyarakat.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Ini Nasib Negara Jika Tanpa Guru Menurut Islam
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita, terutama para pemimpin bangsa, untuk meneladani sikap Rasulullah SAW dalam memperlakukan guru. Menganggap guru sebagai beban hanya akan merendahkan martabat mereka dan merusak masa depan generasi bangsa.
Sebaliknya, memuliakan guru dengan memastikan kesejahteraan dan penghormatan yang layak adalah bentuk nyata pengamalan ajaran Islam sekaligus investasi terbaik bagi kemajuan negeri.
Dengan demikian, sudah jelas bahwa Rasulullah tidak pernah sekalipun menempatkan guru sebagai beban.
Beliau justru mengangkat martabat mereka, memastikan hak-haknya, dan menjadikan mereka sebagai penopang utama peradaban Islam.
Maka, sikap yang seharusnya diambil oleh umat Islam dan para pemimpin negara adalah mengikuti teladan beliau: memuliakan guru, bukan merendahkannya.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






