Akurat
Pemprov Sumsel

Kesaksian Santri: Detik-detik Bangunan Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Roboh

Fajar Rizky Ramadhan | 30 September 2025, 10:07 WIB
Kesaksian Santri: Detik-detik Bangunan Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Roboh

 

AKURAT.CO Tangis, jeritan, dan doa bercampur jadi satu di Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Senin sore (29/9/2025). Musala asrama putra yang masih dalam tahap pembangunan tiba-tiba ambruk usai salat Asar, menimbun puluhan santri dan jemaah yang ada di dalamnya.

Suara gemuruh itu datang begitu cepat. Muhammad Rijalul Qoib (13), santri asal Sampang, Madura, masih ingat jelas detik-detik mencekam itu.

“Awalnya ada suara krek, seperti retakan. Waktu itu mau ngecor paling atas. Terus langsung full, tidak diisi setengah, jadi bahan-bahan di bawahnya tidak kuat,” tuturnya dengan wajah pucat kepada wartawan, dikutip pada hari ini, Selasa (30/9/2025).

Rijalul sempat mencoba kabur ke tempat wudu. Namun, sepotong puing bangunan menimpa wajahnya. “Saya mau lari setor wuduan, belum sampai material puing atap kena muka saya,” katanya lirih.

Baca Juga: Profil Lengkap Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Pesantren yang Bangunannya Ambruk

Meski terluka, ia tetap berjuang keluar, merangkak melewati celah reruntuhan. “Masih di musala, mau lari ke tempat wudu, sempat kena, tapi berhasil selamat lewat celah-celah puing bangunan yang roboh,” tambahnya.

Namun, tidak semua santri seberuntung Rijalul. Hingga malam, jeritan minta tolong masih terdengar dari bawah tumpukan beton. “Habis salat Asar itu ada suara gemuruh, ada getaran seperti gempa, ternyata musala,” ucap Munir, Ketua RT setempat, yang menjadi saksi mata.

Menurut keterangan wartawan di lokasi, lebih dari 15 ambulans bersiaga. Tangisan keluarga pecah saat mendengar kabar santri mereka belum ditemukan. Tim SAR, polisi, dan relawan bahu-membahu mengevakuasi korban dengan alat berat.

Pengasuh pesantren, KHR Abdus Salam Mujib, tidak kuasa menahan duka. Ia menyebut musala yang ambruk itu sebenarnya belum rampung, namun sudah digunakan untuk salat berjamaah. “Sepertinya penopang cor itu tidak kuat, jadi menopang ke bawah. Ini pengecoran terakhir, ternyata jebol,” ungkapnya.

Data dari Polda Jawa Timur mencatat, 79 orang berhasil dievakuasi dengan kondisi luka-luka. Dari jumlah itu, 45 orang dirawat di RS Siti Hajar dan 34 lainnya di RSUD Sidoarjo. Sementara itu, satu santri meninggal dunia.

Baca Juga: Pengasuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ungkap Penyebab Musala Pesantren Ambruk

“Satu korban meninggal dunia, saat ini sedang diproses administrasi pemulangan jenazah kepada pihak keluarga,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast.

Malam semakin larut, namun suasana di Pondok Pesantren Al Khoziny justru kian mencekam. Lampu sorot alat berat menembus debu reruntuhan, sementara jeritan “Tolong...! Tolong...!” dari bawah puing masih terdengar, memecah hati setiap orang yang menyaksikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.