Akurat
Pemprov Sumsel

Ratusan Santri dan Alumni Lirboyo Gelar Long March di Kediri, Tuntut Chairul Tanjung Minta Maaf Langsung ke KH Anwar Manshur

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Oktober 2025, 15:27 WIB
Ratusan Santri dan Alumni Lirboyo Gelar Long March di Kediri, Tuntut Chairul Tanjung Minta Maaf Langsung ke KH Anwar Manshur

 

AKURAT.CO Ratusan santri dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, menggelar aksi damai dalam bentuk long march dari Stadion Brawijaya menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Selasa (21/10/2025).

Massa yang tergabung dalam Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kediri Raya itu menyuarakan tuntutan agar pimpinan Transcorp, Chairul Tanjung, meminta maaf secara langsung kepada KH Anwar Manshur atas tayangan Trans7 yang dinilai menyinggung dan merendahkan pesantren.

Dalam barisan panjang yang didominasi sarung dan peci, para santri berjalan sambil melantunkan zikir dan doa. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan pesantren dan para kiai. Bagi mereka, marwah pesantren adalah harga yang tak bisa ditawar.

Ketua Himasal Kediri Raya, KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab, dalam orasinya menegaskan bahwa klarifikasi dan permintaan maaf yang telah disampaikan Trans7 belum dianggap memadai. Ia menilai, langkah moral yang pantas adalah permintaan maaf langsung dari pimpinan tertinggi Transcorp kepada KH Anwar Manshur sebagai simbol penghormatan kepada dunia pesantren.

Baca Juga: Pondok Pesantren Lirboyo Disorot Usai Kasus Trans7, Ini Deretan Tokoh Jebolannya

“Kami menyampaikan aspirasi atas tayangan yang telah menghina dan mencederai martabat pesantren serta para kiai. Kami meminta agar Chairul Tanjung secara pribadi datang dan meminta maaf kepada Mbah Kyai Anwar Manshur,” tegas Gus Ab di hadapan peserta aksi.

Selain di Kediri, aksi solidaritas juga berlangsung di Surabaya. Ratusan santri diberangkatkan menuju DPRD Jawa Timur dengan titik kumpul di Masjid Al-Akbar. Mereka membawa misi serupa: menegakkan nama baik pesantren dan meluruskan pandangan publik yang dinilai telah disalahartikan akibat tayangan televisi tersebut.

Himasal juga meminta agar Trans7 menayangkan program khusus yang menggambarkan pesantren secara objektif dan proporsional. Menurut mereka, lembaga pesantren selama ini berperan penting dalam membentuk moral, ilmu, dan peradaban bangsa.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pesantren bukan seperti yang digambarkan dalam tayangan itu. Pesantren adalah pusat pendidikan akhlak dan ilmu,” ujar Gus Ab.

Aksi damai tersebut ditutup dengan doa bersama di depan Kantor Pemkab Kediri. Para peserta berharap agar insiden ini menjadi pelajaran bagi media massa untuk lebih berhati-hati dalam menayangkan konten yang menyangkut lembaga keagamaan dan simbol keulamaan. Dari wajah para santri tergambar semangat menjaga kehormatan guru dan nilai-nilai luhur pesantren yang mereka junjung tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.