Akurat
Pemprov Sumsel

Chairul Tanjung Sowan ke Pesantren Lirboyo, Sampaikan Permohonan Maaf dan Janji Benahi Tayangan Trans7

Fajar Rizky Ramadhan | 24 Oktober 2025, 07:30 WIB
Chairul Tanjung Sowan ke Pesantren Lirboyo, Sampaikan Permohonan Maaf dan Janji Benahi Tayangan Trans7

AKURAT.CO Pendiri Trans Corp, Chairul Tanjung, pada Kamis 23 Oktober 2025, berkunjung langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk permohonan maaf atas tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang sebelumnya dinilai menyinggung citra pondok pesantren.

Dalam pertemuan tersebut, Chairul Tanjung disambut oleh pengasuh Pesantren Lirboyo, KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus, serta para dzurriyah pesantren. Ia didampingi Direktur Utama PT Trans Digital Media (Detik Network) Abdul Aziz dan Prof Muhammad Nuh.

KH Oing Abdul Muid, salah satu pengasuh Lirboyo, menjelaskan bahwa maksud utama kunjungan Chairul Tanjung adalah untuk bertemu langsung dengan para masyayikh guna menyampaikan permohonan maaf sekaligus membahas langkah-langkah perbaikan.

Menurutnya, Chairul Tanjung berkomitmen melakukan pembenahan internal di seluruh jaringan media di bawah Trans Corp agar kejadian serupa tidak terulang.

“Beliau berjanji akan memperbaiki sistem dan memastikan media di bawah Trans Corp ikut mengembalikan citra pesantren yang sempat terciderai oleh tayangan itu,” ujar KH Oing.

Baca Juga: 450 Tokoh Yahudi Dunia Desak PBB dan Pemimpin Global Jatuhkan Sanksi terhadap Israel atas Genosida di Gaza

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Chairul Tanjung menyampaikan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi tegas terhadap individu yang bertanggung jawab atas tayangan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak terkait telah diberhentikan dari jabatannya, dan kerja sama dengan rumah produksi yang membuat program itu pun diputus secara permanen. Tayangan yang menimbulkan polemik juga resmi dihentikan.

Selain itu, ia mengungkapkan adanya langkah lanjutan berupa arahan baru kepada manajemen Trans7 agar setiap produksi program lebih berhati-hati dan sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan serta tradisi pesantren. Chairul Tanjung juga memastikan bahwa pelanggaran terhadap prinsip tersebut akan diberi sanksi tegas.

“Kami akan menayangkan program khusus bertema pesantren ke pesantren, menonjolkan nilai pendidikan, sejarah, dan keindahan pesantren agar masyarakat luas memahami peran penting lembaga ini,” katanya.

Ia berharap kunjungan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara dunia media dan kalangan pesantren. Menurutnya, situasi yang sempat memanas perlu diakhiri dengan kebersamaan, dialog, dan saling menghormati.

“Dengan silaturahmi ini, semoga suasana menjadi tenang dan kondusif kembali. Kebersamaan umat harus dijaga agar kita bisa membangun bangsa ini dengan semangat persaudaraan, kemajuan, dan keadilan,” ujar Chairul Tanjung.

Baca Juga: Dalang Ki Anom Suroto Meninggal Dunia, Ini Profil Lengkapnya

Kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bagi banyak pihak bahwa penyelesaian polemik dapat dilakukan melalui komunikasi langsung dan niat baik untuk memperbaiki. Bagi kalangan pesantren, langkah ini dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap marwah pesantren dan tradisi keilmuan Islam yang telah berperan besar dalam mencerdaskan bangsa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.