Akurat
Pemprov Sumsel

Hukum Puasa bagi Penderita Maag Akut, Wajib atau Boleh Tidak Berpuasa?

Redaksi Akurat | 4 Maret 2026, 00:00 WIB
Hukum Puasa bagi Penderita Maag Akut, Wajib atau Boleh Tidak Berpuasa?
Ilustrasi hukum puasa untuk penderita maag akut.

AKURAT.CO Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh, berakal, dan mampu menjalankannya.

Namun, tidak semua orang berada dalam kondisi kesehatan yang prima untuk menahan lapar dan haus seharian penuh.

Salah satu kondisi yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah maag akut atau radang lambung yang memicu nyeri hebat saat perut kosong.

Bagi penderita maag akut, puasa dapat memicu peningkatan asam lambung yang menyebabkan perih di ulu hati, mual, muntah, hingga tubuh terasa lemas. Lantas, bagaimana hukum puasa bagi penderita maag akut menurut Islam?

Apa Itu Maag Akut?

Secara medis, maag dikenal sebagai gastritis, yakni peradangan pada dinding lambung akibat produksi asam lambung berlebih, infeksi bakteri, pola makan tidak teratur, stres, atau konsumsi obat tertentu.

Pada kondisi akut, gejalanya muncul tiba-tiba dan terasa cukup berat. Beberapa gejala maag akut antara lain:

  • Nyeri atau perih di ulu hati

  • Mual dan muntah

  • Perut kembung

  • Rasa panas di dada

  • Nafsu makan menurun

Saat berpuasa, lambung berada dalam keadaan kosong lebih lama. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memperparah gejala, terutama jika maag sering kambuh atau belum tertangani dengan baik.

Hukum Puasa bagi Penderita Maag Akut Menurut Islam

Dalam ajaran Islam, orang yang sakit termasuk golongan yang mendapatkan keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa.

Prinsipnya, puasa tetap wajib selama tidak membahayakan kesehatan. Namun jika puasa justru memperparah penyakit atau menghambat proses penyembuhan, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Hukumnya bergantung pada kondisi masing-masing:

Baca Juga: DPR Kritik Kenaikan Harga BBM saat Ramadan: Bebani Rakyat di Tengah Ekonomi Lesu

1. Jika Maag Masih Ringan dan Terkontrol

Apabila gejala masih ringan dan dapat dikendalikan dengan pengaturan pola makan serta konsumsi obat saat sahur dan berbuka, maka tetap diperbolehkan berpuasa. Namun tetap harus berhati-hati dan memperhatikan kondisi tubuh.

2. Jika Maag Akut dan Berisiko Membahayakan

Jika puasa menyebabkan nyeri hebat, muntah terus-menerus, dehidrasi, atau berisiko menimbulkan komplikasi, maka penderita diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Dalam kondisi ini, menjaga kesehatan lebih diutamakan.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk memaksakan diri hingga membahayakan tubuh. Tubuh adalah amanah yang harus dijaga.

Apakah Harus Qadha atau Fidyah?

Kewajiban setelah tidak berpuasa karena sakit tergantung pada kondisi penyakitnya:

  • Jika maag akut bersifat sementara dan dapat sembuh, maka puasa yang ditinggalkan wajib diganti (qadha) di hari lain setelah kondisi membaik.

  • Jika kondisi bersifat kronis dan tidak memungkinkan berpuasa dalam jangka panjang, sebagian ulama membolehkan menggantinya dengan fidyah, yakni memberi makan orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.

Karena itu, penting untuk memastikan kondisi kesehatan melalui konsultasi medis sebelum memutuskan tetap berpuasa atau tidak.

Bolehkah Penderita Maag Akut Tetap Berpuasa?

Secara medis, tidak semua penderita maag dilarang berpuasa. Bahkan dalam beberapa kasus, pola makan yang lebih teratur selama Ramadan justru membantu memperbaiki kebiasaan makan yang sebelumnya tidak terkontrol.

Namun, bagi penderita maag akut yang sering kambuh atau mengalami gejala berat, puasa dapat memperparah kondisi, terutama jika:

  • Tidak bisa mengonsumsi obat secara teratur

  • Mengalami muntah berulang

  • Nyeri lambung sangat hebat

  • Tubuh terasa sangat lemas

Jika gejala tersebut muncul saat berpuasa, dianjurkan untuk segera berbuka dan tidak memaksakan diri.

Tips Aman Puasa bagi Penderita Maag

Jika dokter menyatakan kondisi masih memungkinkan untuk berpuasa, berikut beberapa tips agar puasa lebih nyaman:

1. Jangan Lewatkan Sahur

Sahur penting untuk mencegah lambung kosong terlalu lama. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat.

2. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Batasi makanan pedas, asam, berlemak, gorengan, serta minuman berkafein seperti kopi dan teh kental.

3. Berbuka Secara Bertahap

Mulailah dengan makanan ringan dan hangat, lalu beri jeda sebelum makan besar agar lambung tidak “kaget”.

4. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran

Minum obat maag saat sahur dan berbuka sesuai petunjuk dokter agar produksi asam lambung tetap terkontrol.

5. Kelola Stres

Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung. Cukup istirahat dan hindari aktivitas berat yang berlebihan.

Baca Juga: Komisi XII DPR Terus Koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Kesimpulan

Hukum puasa bagi penderita maag akut bergantung pada tingkat keparahan kondisinya.

Jika masih ringan dan terkontrol, puasa tetap boleh dijalankan dengan pengaturan pola makan dan pengobatan yang tepat.

Namun jika maag akut menimbulkan gejala berat dan berisiko membahayakan kesehatan, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain waktu.

Islam memberikan kemudahan bagi orang yang sakit. Karena itu, tidak ada kewajiban untuk memaksakan diri hingga memperparah kondisi tubuh.

Kenali batas kemampuan diri dan konsultasikan dengan tenaga medis sebelum memutuskan menjalani puasa saat mengalami maag akut.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.