Akurat
Pemprov Sumsel

Komnas Haji Kritik Wacana War Tiket Haji: Perlu Dipertimbangkan!

Lufaefi | 14 April 2026, 11:08 WIB
Komnas Haji Kritik Wacana War Tiket Haji: Perlu Dipertimbangkan!
Makkah Al Mukarramah Tempat Penyelenggaraan Haji (istimewa)

AKURAT.CO Komnas Haji meminta wacana penerapan sistem “war tiket” haji yang disampaikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk dikaji lebih mendalam. Lembaga tersebut menilai konsep itu belum menjadi momentum yang tepat untuk diterapkan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mengatakan gagasan war tiket yang menyerupai perebutan tiket konser atau acara olahraga perlu disempurnakan dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan sosial.

“Saya kira untuk saat ini belum ideal dan belum menjadi momentum yang tepat. Gagasan ini perlu disempurnakan dan mempertimbangkan beberapa hal,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Akhirnya Polisi Ungkap Sebab Kematian Yai Mim di Dalam Tahanan!

Mustolih menyoroti bahwa sistem war tiket sangat bergantung pada koneksi internet dan kemampuan teknologi informasi. Hal ini dikhawatirkan akan lebih menguntungkan calon jemaah yang tinggal di wilayah perkotaan dengan akses digital memadai.

Selain itu, mayoritas calon jemaah haji Indonesia merupakan kalangan lanjut usia. Keterbatasan dalam penggunaan teknologi digital dinilai dapat menjadi kendala serius jika sistem war tiket diterapkan secara penuh.

Komnas Haji juga menilai regulasi yang ada, termasuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, belum sepenuhnya mengatur mekanisme tersebut secara komprehensif. Karena itu, penerapan sistem baru tanpa kesiapan aturan dikhawatirkan menimbulkan persoalan hukum dan teknis di kemudian hari.

Menurut Mustolih, panjangnya antrean haji selama ini bukan semata-mata persoalan teknis pendaftaran, melainkan karena adanya pembatasan kuota dari Arab Saudi kepada setiap negara pengirim jemaah. Ibadah haji pun hanya bisa dilaksanakan pada waktu dan tempat tertentu, sehingga kapasitasnya memang terbatas.

Baca Juga: KPK Periksa Lima Petinggi Perusahaan Travel, Dalami Korupsi Kuota Haji 2023-2024

Komnas Haji mendorong pemerintah untuk mengkaji secara matang berbagai dampak sosial, teknis, dan regulatif sebelum mengambil keputusan terkait sistem war tiket tersebut, agar penyelenggaraan haji tetap menjunjung prinsip keadilan dan kemudahan bagi seluruh calon jemaah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi