Akurat Logo

Apa Itu Haji? Ini Panduan Tahapan Ibadah Haji Langkah demi Langkah

Lufaefi | 12 Mei 2026, 09:00 WIB
Apa Itu Haji? Ini Panduan Tahapan Ibadah Haji Langkah demi Langkah
Ilustrasi Jemaah Haji (Akurat.co)

AKURAT.CO Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Kota Suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji — sebuah perjalanan spiritual yang menjadi rukun Islam kelima bagi Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.

Menurut Islam, Ka’bah — bangunan berbentuk kubus yang diselimuti kain hitam di pusat Masjidil Haram — dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Ibadah haji mulai diwajibkan setelah “Haji Wada” atau haji perpisahan Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 Masehi.

Setiap tahunnya, sekitar dua hingga tiga juta jamaah mengikuti ibadah haji. Namun saat pandemi COVID-19, jumlah jamaah sempat dibatasi drastis.

Pada tahun 2020 hanya sekitar 10 ribu jamaah yang diizinkan berhaji, lalu meningkat menjadi 58.700 jamaah pada 2021, dan kembali mencapai jutaan jamaah setelah pandemi mereda.

Baca Juga: DPR RI Akan Pantau Layanan Haji 2026, Mulai dari Over Kapasitas Hotel hingga Menu Makanan yang Monoton

Haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga ujian spiritual, emosional, dan mental yang menguji kesabaran serta keteguhan hati seorang Muslim.

Ibadah haji berlangsung pada bulan Dzulhijjah, bulan ke-12 dalam kalender Hijriah, tepatnya antara tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah.

Berikut tahapan ibadah haji dari hari ke hari:

Hari Pertama: Niat, Ihram, Tawaf, dan Sa’i

Rangkaian pertama ibadah haji dimulai dengan niat dan memasuki keadaan ihram saat jamaah melewati batas wilayah miqat.

Ihram dilakukan dengan mengenakan pakaian khusus:

  • Laki-laki memakai dua helai kain putih tanpa jahitan.

  • Perempuan mengenakan pakaian longgar dan sederhana.

Selama ihram, jamaah harus menjaga diri dari berbagai larangan seperti bertengkar, berkata kasar, hingga hubungan suami istri.

Setelah itu jamaah melaksanakan:

  • Tawaf, yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali berlawanan arah jarum jam.

  • Sa’i, yaitu berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah.

Setelah selesai, jamaah bergerak menuju Mina, kawasan tenda yang berada sekitar 8 kilometer dari Makkah. Di Mina, jamaah memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah sambil menunggu prosesi berikutnya.

Baca Juga: 298 Calon Jemaah Haji asal Lumajang Jatim Gagal Berangkat Tahun Ini, Ada Apa?

Hari Kedua: Wukuf di Arafah

Hari Arafah menjadi salah satu puncak ibadah haji dan dianggap sebagai hari paling penting dalam seluruh rangkaian haji.

Jamaah bergerak dari Mina menuju Padang Arafah yang berjarak sekitar 15 kilometer. Di sana mereka melaksanakan wukuf, yaitu berdiam diri sambil berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT sejak tergelincir matahari hingga terbenam.

Tempat ini diyakini sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya kepada umat Islam.

Bagi Muslim di seluruh dunia yang tidak berhaji, puasa Arafah juga sangat dianjurkan pada hari ini.

Setelah matahari terbenam, jamaah melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk bermalam di area terbuka sambil mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan pada prosesi lempar jumrah.

Hari Ketiga: Iduladha dan Lempar Jumrah

Tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan Hari Raya Iduladha.

Pada pagi hari, jamaah kembali menuju Mina untuk melaksanakan lempar jumrah Aqabah, yakni melempar tujuh batu kecil ke tiang jumrah terbesar.

Prosesi ini melambangkan penolakan Nabi Ibrahim terhadap godaan setan saat diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya sebagai ujian keimanan.

Setelah itu jamaah melaksanakan penyembelihan hewan kurban, seperti kambing atau unta. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Perkuat Pelindungan Jemaah dari Praktik Ilegal

Hari Keempat dan Kelima: Melanjutkan Lempar Jumrah

Pada dua hari berikutnya, jamaah kembali melaksanakan lempar jumrah ke tiga titik:

  1. Jumrah Ula

  2. Jumrah Wustha

  3. Jumrah Aqabah

Masing-masing dilempar dengan tujuh batu kerikil.

Hari Keenam: Tahallul dan Tawaf Perpisahan

Setelah seluruh rangkaian jumrah selesai, jamaah laki-laki mencukur atau memendekkan rambut sebagai tanda tahallul. Jamaah perempuan cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari.

Sesudah itu jamaah kembali ke Makkah untuk melaksanakan:

  • Tawaf ifadah atau tawaf perpisahan

  • Sa’i kembali bagi yang belum menyempurnakannya

Dengan selesainya seluruh rangkaian tersebut, ibadah haji dinyatakan selesai.

Banyak jamaah kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk berziarah ke Masjid Nabawi dan makam Nabi Muhammad SAW, meski kunjungan ke Madinah bukan bagian wajib dari ibadah haji.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi