Akurat Logo

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Kemenag dan Muhammadiyah

Titania Isnaenin | 13 Mei 2026, 14:16 WIB
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Kemenag dan Muhammadiyah
Jadwal Idul Adha 2026.

AKURAT.CO ​Penentuan tanggal Idul Adha 2026 menjadi informasi yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di Indonesia untuk mempersiapkan ibadah kurban dan rencana mudik.

​Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan pemerintah dan maklumat organisasi keagamaan, hari raya besar ini diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026. ​

Berikut prediksi tanggal resmi dari Kementerian Agama, ketetapan Muhammadiyah, serta jadwal libur nasional yang telah disepakati.

Tanggal Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah

​​Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah secara resmi menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026​. ​

Penetapan ini dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal, sebuah sistem perhitungan astronomis yang menjadi standar organisasi tersebut dalam menentukan awal bulan Qomariah. ​

Berdasarkan perhitungan tersebut, tanggal 1 Zulhijah 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026.

​Dengan ditetapkannya awal bulan Zulhijah pada tanggal 18 Mei, maka hari ke-9 atau Hari Arafah akan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. ​

Puncaknya, 10 Zulhijah yang merupakan hari raya Idul Adha dirayakan tepat pada tanggal 27 Mei 2026. ​

Informasi ini menjadi acuan penting bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk mulai menjadwalkan pembelian hewan kurban lebih awal.

Prediksi dan Sidang Isbat Kementerian Agama

​Berbeda dengan Muhammadiyah yang sudah memberikan kepastian melalui maklumat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) biasanya baru akan memberikan keputusan final setelah pelaksanaan sidang isbat. ​

Berdasarkan rencana, sidang isbat untuk menentukan awal Zulhijah 1447 H dijadwalkan akan digelar pada hari Minggu, 17 Mei 2026. ​Sidang ini melibatkan pengamatan langsung terhadap posisi hilal di berbagai titik di seluruh wilayah Indonesia.

​Secara teknis, perhitungan awal menunjukkan bahwa posisi hilal pada saat pemantauan diprediksi sudah memenuhi kriteria MABIMS, yakni ketinggian di atas 3 derajat dan sudut elongasi di atas 6,4 derajat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.