Akurat Logo

DPR RI Soroti Krisis Distribusi Obat Haji 2026 di Makkah, Jemaah Mulai Terdampak

Lufaefi | 22 Mei 2026, 07:30 WIB
DPR RI Soroti Krisis Distribusi Obat Haji 2026 di Makkah, Jemaah Mulai Terdampak
DPR Soroti Krisis Distribusi Obat Jemaah Haji (Timwas Haji 2026)

AKURAT.CO Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Tim Pengawas (Timwas) Haji menyoroti persoalan distribusi obat bagi jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.

Permasalahan itu ditemukan saat Timwas melakukan peninjauan langsung ke pemondokan jemaah di Snood Mawteen Sektor 8, Kamis (21/5/2026).

Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan pelayanan kesehatan untuk jemaah masih berjalan, termasuk keberadaan satelit kesehatan di sejumlah pemondokan.

“Alhamdulillah di tahun ini kita masih bisa membuka satelit-satelit di setiap pemondokan. Dan tidak banyak, dalam satu sektor paling ada empat satelit,” ujar Cucun.

Baca Juga: DPR RI Kecewa dengan Penyelenggaraan Haji 2026: Jemaah Haji Kena Pungli Transportasi di Makkah

Hotel yang ditinjau tersebut dihuni sekitar 2.099 jemaah asal Cirebon, Bekasi, Tasikmalaya, Palembang, Bandung, dan Magelang. Menurut Cucun, satelit kesehatan berfungsi sebagai layanan awal sebelum jemaah dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

“Di KKHI juga tidak bisa begitu lama, hanya untuk cek laboratorium, kemudian juga proses rontgen. Sekarang ini pelayanan kesehatan sudah kerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit swasta di Saudi,” katanya.

Meski layanan kesehatan berjalan, Timwas DPR menemukan kendala serius dalam distribusi obat ke sektor-sektor pemondokan dan satelit kesehatan.

“APBN-nya masih ada di sana. Nah, ini kita masih mengalami kesulitan terkait ketersediaan obat dan distribusi ke setiap sektor,” ungkap Cucun.

Ia menjelaskan, pengelolaan Pusat Kesehatan Haji saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga proses distribusi obat dinilai belum maksimal.

Karena itu, DPR berharap pengelolaan kesehatan haji ke depan dapat berpindah ke Kementerian Haji Republik Indonesia agar pelayanan dan ketersediaan obat lebih optimal.

“Kalau nanti tahun depan sudah pindah ke Kementerian Haji, kita ingin pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat itu betul-betul maksimal,” tegasnya.

Baca Juga: Purbaya Batal Berangkat Ibadah Haji, Ada Apa?

Selain persoalan obat, Timwas DPR mencatat kondisi kesehatan jemaah haji tahun ini relatif lebih baik. Kesadaran jemaah untuk rutin memeriksa kesehatan juga dinilai meningkat.

“Kesadaran jemaah untuk terus memeriksakan dirinya, mengontrol tensi dan kondisi kesehatan setiap hari di satelit terus berjalan,” tutup Cucun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi