Akurat Logo

Jika Daftar Haji Tahun 2026, Kapan Berangkatnya? Ini Cara Mengecek Estimasi Keberangkatan

Lufaefi | 30 Mei 2026, 11:10 WIB
Jika Daftar Haji Tahun 2026, Kapan Berangkatnya? Ini Cara Mengecek Estimasi Keberangkatan
Calon jemaah haji melaksanakan manasik haji (Akurat.co)

AKURAT.CO Antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun tingginya jumlah pendaftar membuat calon jemaah harus menunggu sesuai antrean keberangkatan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, banyak masyarakat yang bertanya, jika mendaftar haji pada tahun 2026, kapan perkiraan dapat berangkat ke Tanah Suci?

Setiap calon jemaah yang telah menyelesaikan proses pendaftaran dan memperoleh nomor porsi haji dapat mengetahui estimasi tahun keberangkatannya secara mandiri. Nomor porsi tersebut menjadi dasar dalam sistem antrean haji yang berlaku di Indonesia.

Nomor porsi haji terdiri atas 10 digit angka dan diberikan setelah calon jemaah menyelesaikan proses pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui nomor tersebut, calon jemaah dapat memantau perkiraan tahun keberangkatan berdasarkan kuota dan antrean di daerah masing-masing.

Masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia saat ini bervariasi. Beberapa daerah memiliki waktu tunggu belasan tahun, sementara daerah lain dapat mencapai puluhan tahun. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jumlah pendaftar dan kuota haji yang tersedia setiap tahunnya.

Baca Juga: 132.568 Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Mayoritas Pilih Nafar Awal

Karena itu, seseorang yang mendaftar haji pada tahun 2026 belum tentu memiliki tahun keberangkatan yang sama dengan pendaftar dari provinsi atau kabupaten lainnya. Estimasi keberangkatan akan mengikuti kondisi antrean di wilayah tempat pendaftaran dilakukan.

Untuk mengetahui perkiraan tahun keberangkatan, calon jemaah dapat melakukan pengecekan secara daring melalui layanan resmi pemerintah. Prosesnya cukup mudah dan dapat dilakukan kapan saja selama nomor porsi telah diterbitkan.

Langkah pertama adalah membuka laman resmi layanan estimasi keberangkatan haji. Setelah itu, masukkan nomor porsi haji pada kolom yang tersedia dan lakukan verifikasi keamanan sesuai petunjuk yang muncul di layar.

Selanjutnya, klik tombol pemeriksaan estimasi. Sistem akan menampilkan informasi yang meliputi nama jemaah, nomor porsi, serta perkiraan tahun keberangkatan berdasarkan antrean yang berlaku saat itu.

Selain mempersiapkan keberangkatan di masa mendatang, calon jemaah juga perlu mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut meliputi kesehatan fisik, pemahaman manasik haji, kesiapan mental, serta kemampuan finansial untuk mendukung kelancaran ibadah.

Pemerintah juga terus mengingatkan calon jemaah agar menjaga kondisi kesehatan sejak masa tunggu. Hal ini penting karena ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik yang baik mengingat aktivitas ibadah dilakukan dalam cuaca panas dan melibatkan mobilitas yang cukup tinggi.

Di samping itu, calon jemaah disarankan untuk mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama maupun kelompok bimbingan ibadah haji. Dengan demikian, pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan haji dapat diperoleh sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Bagi masyarakat yang baru mendaftar haji pada tahun 2026, pengecekan estimasi keberangkatan menjadi langkah awal untuk mengetahui posisi antrean sekaligus mempersiapkan diri dengan lebih matang.

Baca Juga: Ketua Timwas DPR Ungkap Sejumlah Catatan dan Apresiasi terhadap Pelaksanaan Haji 2026

Meskipun masa tunggu relatif panjang, kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tetap terbuka bagi seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Dengan mengetahui estimasi keberangkatan sejak awal, calon jemaah dapat menyusun berbagai persiapan secara lebih terencana sehingga ketika waktu keberangkatan tiba, ibadah haji dapat dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi