Akurat Logo

Timwas Haji DPR RI Minta Pemerintah Benahi Akomodasi yang Belum Merata di Madinah

Lufaefi | 10 Juni 2026, 20:53 WIB
Timwas Haji DPR RI Minta Pemerintah Benahi Akomodasi yang Belum Merata di Madinah
Jemaah haji Thawaf di Makkah (Antara)

AKURAT.CO Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengapresiasi peningkatan kualitas layanan yang diterima jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek akomodasi yang perlu dievaluasi agar pelayanan kepada jemaah semakin merata pada musim haji mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Atalia saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026), usai mengikuti kegiatan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Menurut Atalia, secara umum kondisi jemaah di Madinah relatif lebih nyaman dibandingkan saat berada di Makkah. Namun setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji, banyak jemaah mengalami penurunan kondisi fisik maupun mental akibat kelelahan sehingga mulai ingin segera kembali ke Tanah Air.

“Sebetulnya secara umum kondisi Madinah itu lebih nyaman daripada Makkah. Tetapi biasanya setelah puncak haji, jemaah mengalami penurunan kondisi fisik, kesehatan, bahkan mental karena mereka sudah melewati fase utama ibadah dan ingin segera pulang ke Tanah Air,” ujar Atalia.

Baca Juga: PIK2 dan TOTO Bangun 126 Fasilitas Sanitasi untuk Warga Teluknaga dan Pakuhaji

Ia menjelaskan bahwa jadwal kepulangan jemaah telah diatur secara bertahap oleh pemerintah sehingga seluruh proses dapat berjalan tertib. Karena itu, ia mengajak para jemaah memanfaatkan sisa waktu di Madinah untuk memperbanyak ibadah, khususnya di Masjid Nabawi.

“Saya berharap momen berada di Madinah dapat dimaksimalkan untuk beribadah di Masjid Nabawi. Suasananya lebih nyaman dan tidak terlalu panas dibandingkan Makkah, sehingga menjadi kesempatan yang baik bagi jemaah,” katanya.

Dalam kunjungan pengawasan sebelumnya di Madinah, Atalia menemukan sejumlah hotel yang dinilai memberikan pelayanan sangat baik kepada jemaah Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya disebut memiliki standar pelayanan setara hotel bintang lima.

“Pada saat kami datang ke Madinah, kami melihat ada beberapa hotel yang memberikan fasilitas sangat baik. Kalau tidak salah sekitar delapan hotel, dan jemaah kita bisa mendapatkan pelayanan setara hotel bintang lima,” ungkap legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I tersebut.

Meski demikian, Atalia mengakui kualitas akomodasi yang diterima jemaah belum sepenuhnya merata. Sebagian jemaah masih menempati hotel yang berlokasi cukup jauh dari pusat aktivitas ibadah, sementara sebagian lainnya memperoleh fasilitas yang lebih baik.

“Memang ada yang mendapatkan akomodasi sangat baik, ada juga yang lokasinya lebih jauh. Karena itu evaluasi harus terus dilakukan agar pelayanan bisa semakin merata,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga menyambut baik komitmen pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah yang berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelayanan haji, termasuk persoalan akomodasi dan kualitas hotel yang dinilai masih kurang optimal.

Baca Juga: Jarak Hotel Jemaah Haji Indonesia ke Masjidil Haram Sangat Jauh, DPR Soroti Risiko Keamanan dan Kenyamanan Ibadah

“Saya mendengar sendiri bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terkait seluruh layanan, termasuk akomodasi yang jauh maupun yang dinilai belum layak. Ini penting agar penyelenggaraan haji ke depan semakin baik,” tegasnya.

Atalia berharap hasil evaluasi terhadap layanan transportasi, akomodasi, kesehatan, hingga proses pemulangan jemaah dapat menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan sangat penting agar jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan khusyuk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi