Akurat Logo

Kapan 1 Muharram 1448 Hijriah dan Amalan Apa Saja yang Dianjurkan? Simak Jadwal dan Sunnahnya

Lufaefi | 13 Juni 2026, 08:50 WIB
Kapan 1 Muharram 1448 Hijriah dan Amalan Apa Saja yang Dianjurkan? Simak Jadwal dan Sunnahnya
Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H (istimewa)

AKURAT.CO Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Setiap memasuki bulan ini, umat Islam di berbagai belahan dunia menyambut Tahun Baru Hijriah dengan memperbanyak ibadah, muhasabah, dan amal saleh.

Lalu, kapan 1 Muharram 1448 Hijriah berlangsung?

Berdasarkan kalender Hijriah tahun 1448 H, 1 Muharram 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut menandai dimulainya Tahun Baru Islam 1448 H yang menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Meski demikian, penetapan resmi awal Muharram tetap mengacu pada hasil rukyatul hilal dan keputusan otoritas keagamaan yang berwenang.

Muharram Termasuk Bulan Haram yang Dimuliakan

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Keutamaan bulan ini disebutkan dalam Al-Qur'an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya:

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan." (QS. At-Taubah: 36)

Karena termasuk bulan yang dimuliakan, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menghindari berbagai bentuk kemaksiatan.

Baca Juga: 55 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H Penuh Hikmah untuk Berbagai Acara

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram

Memperbanyak Puasa Sunnah

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah berpuasa sunnah. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan berpuasa pada bulan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya setelah Ramadan.

Menjalankan Puasa Tasu'a dan Asyura

Puasa yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya:

"Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu." (HR. Muslim)

Puasa Asyura menjadi salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar karena menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

Memperbanyak Sedekah

Muharram juga menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah. Berbagi kepada fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi sarana memperoleh keberkahan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Memasuki tahun baru Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, beristighfar, dan memperbanyak doa.

Amalan-amalan tersebut dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbaiki kualitas spiritual seorang Muslim.

Baca Juga: Peringatan 1 Muharram 2026 Berapa Hijriyah?

Muhasabah dan Memperbaiki Diri

Esensi Tahun Baru Islam bukan terletak pada perayaan semata, melainkan pada semangat hijrah. Momentum 1 Muharram mengajarkan pentingnya evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui.

Umat Islam diajak untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan komitmen dalam menjalankan ajaran agama.

Menyambut Tahun Baru Islam dengan Semangat Hijrah

Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah hendaknya dijadikan sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak puasa sunnah, sedekah, dzikir, membaca Al-Qur'an, dan melakukan muhasabah, umat Islam dapat menyambut tahun baru Hijriah dengan penuh makna.

Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa perubahan menuju kebaikan harus terus dilakukan sepanjang hayat. Tahun Baru Islam 1448 H pun menjadi kesempatan berharga untuk membuka lembaran baru yang lebih baik, lebih berkah, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi