Akurat Logo
Bank Indonesia

Gus Yahya di Hadapan Prabowo: Warga NU Siap Berkhidmat untuk Bangsa dan Negara

Lufaefi | 26 Juni 2026, 17:30 WIB
Gus Yahya di Hadapan Prabowo: Warga NU Siap Berkhidmat untuk Bangsa dan Negara
Yahya Cholil Staquf Ketum PBNU (Instagram @nuonline)

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama untuk terus menjaga dan mengawal kepentingan bangsa serta negara.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai menjadi penutup penting dari rangkaian agenda strategis organisasi menjelang Muktamar NU ke-35.

“Ini melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan keseluruhan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan permusyawaratan paling strategis menuju Muktamar ke-35 yang insya Allah akan kami selenggarakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus yang akan datang,” ujar Gus Yahya, Senin (21/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa forum Munas dan Konbes menjadi momentum penting bagi NU dalam menyusun arah organisasi menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dan perubahan zaman.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU 2026, Tiga Poros Dinilai Mulai Mengkristal

Gus Yahya juga memohon doa agar NU tetap mampu menjalankan perannya dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di hadapan Presiden, ia menegaskan bahwa para kiai, pengurus, kader, dan warga nahdliyin memiliki loyalitas terhadap negara serta siap mengambil bagian dalam perjuangan membangun Indonesia.

Menurutnya, kekuatan utama NU terletak pada semangat khidmah dan keyakinan bahwa pengabdian kepada umat serta negara merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan.

Melalui pernyataan tersebut, PBNU menegaskan bahwa pelaksanaan Muktamar NU ke-35 bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi