Akurat Logo

Pengurus NU Diingatkan Waspadai Hoaks Jelang Muktamar ke-35

Lufaefi | 28 Juni 2026, 07:10 WIB
Pengurus NU Diingatkan Waspadai Hoaks Jelang Muktamar ke-35
Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Akurat.co)

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, mengimbau seluruh pengurus dan warga Nahdliyin agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa proses verifikasi.

Pesan tersebut disampaikan di sela kegiatan yang berlangsung di Gedung LPSP Universitas Negeri Surabaya, Jumat (26/6/2026), sebagai bagian dari persiapan menuju agenda muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.

Menurut Saifullah Yusuf, dinamika menjelang forum organisasi besar seperti muktamar sering kali diiringi beredarnya berbagai informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia meminta pengurus wilayah dan cabang NU tetap mengedepankan sikap hati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Baca Juga: GPN Deklarasikan Dukungan untuk Nasaruddin Umar Maju di Muktamar NU 2026

“Alhamdulillah kita akan persiapan menuju muktamar dan saya berharap kepada para pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama untuk bersiap diri jangan mudah termakan, jangan mudah percaya dengan berita-berita yang ada di medsos,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga suasana organisasi tetap kondusif dengan membangun budaya tabayun dan memanfaatkan mekanisme organisasi dalam menyelesaikan setiap perbedaan pandangan.

“Saya percaya bahwa NU punya cara untuk menyelesaikan berbagai perbedaan, punya mekanisme untuk mengambil keputusan yang akan menjadi kebaikan bersama, termasuk kebaikan jam'iyah Nahdlatul Ulama,” lanjutnya.

Terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf menyatakan keputusan final masih berada di tangan PBNU. Hingga kini, proses penentuan lokasi masih berlangsung melalui tahapan peninjauan dan kajian terhadap sejumlah daerah yang masuk dalam daftar pertimbangan.

Beberapa wilayah yang disebut telah masuk tahap survei antara lain berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, serta Jakarta.

“Belum diputuskan sampai sekarang, tetapi rekomendasi hasil konsensus kemarin itu telah menyebut beberapa titik untuk bisa disurvei, ditindaklanjuti, dan kemudian dipilih yang paling memungkinkan dalam waktu yang singkat ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung berkembangnya pembicaraan mengenai komposisi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang disebut-sebut akan berperan dalam dinamika menjelang muktamar.

Baca Juga: Empat Kriteria yang Jadi Syarat Lokasi Muktamar ke-35 NU

Sejumlah nama yang beredar dalam wacana publik antara lain Mustofa Bisri, Miftachul Akhyar, Anwar Manshur, Nurul Huda Jazuli, Ma'ruf Amin, Turmudzi Badaruddin, Said Aqil Siradj, Asep Syaifuddin Chalim, dan Nasaruddin Umar.

Meski demikian, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa seluruh proses tetap akan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan setiap wilayah memiliki ruang yang sama dalam mengusulkan serta menentukan arah keputusan.

Muktamar ke-35 NU diproyeksikan menjadi forum strategis yang tidak hanya menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya, tetapi juga menjadi penanda perjalanan awal abad kedua Nahdlatul Ulama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi