Akurat Logo

Jelang Muktamar, Cak Imin Tegaskan NU Bukan Organisasi Politik

Lufaefi | 15 Juli 2026, 12:00 WIB
Jelang Muktamar, Cak Imin Tegaskan NU Bukan Organisasi Politik
Muhaimin Iskandar Pimpinan PKB (Instagram @cakiminnow)

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan dan sosial yang tidak semestinya dijadikan arena pertarungan politik. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan menentukan kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin usai penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

"Yang main-main di NU keluarkan saja. Yang berpolitik silakan di partai saja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan," ujar Cak Imin dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Lima Tahun NU Dipimpin Gus Yahya, Cak Imin: Tak Ada Perubahan

Menurutnya, karakter NU sejak awal berdiri adalah sebagai organisasi yang menyatukan berbagai elemen masyarakat, bukan organisasi yang dibangun di atas kompetisi politik.

"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu," katanya.

Cak Imin juga mengungkapkan kerinduannya terhadap gaya kepemimpinan almarhum KH Hasyim Muzadi yang pernah memimpin PBNU pada periode 1999–2010.

"Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!" ucapnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya dinamika internal NU menjelang Muktamar ke-35 yang menjadi forum tertinggi organisasi. Muktamar dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk memilih Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak seluruh warga Nahdliyin menjaga persatuan selama proses menuju muktamar. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan kejujuran, musyawarah, dan menghindari kontroversi yang dapat memecah belah organisasi.

"Mari kita laksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya untuk dapat menghadirkan permusyawaratan, menghadirkan kebersamaan, dan menghadirkan gagasan-gagasan yang akan kita abdikan untuk kemaslahatan jamiah ini," ujar Gus Yahya.

Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU menjadi perhatian publik karena berlangsung setelah dinamika internal PBNU yang sempat mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Konflik antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebelumnya telah diselesaikan melalui kesepakatan mempercepat pelaksanaan muktamar pada Agustus 2026.

Baca Juga: Gus Yahya Balas Kritik Cak Imin: Belum Pernah Jadi Pengurus, Jadi Kurang Memahami Dinamika NU

Forum tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan NU untuk lima tahun mendatang. Di tengah menghangatnya bursa calon Ketua Umum PBNU, berbagai tokoh mulai menyampaikan pandangan mengenai masa depan organisasi, termasuk penegasan Cak Imin agar NU tetap menjaga khittahnya sebagai organisasi keagamaan yang berada di atas kepentingan politik praktis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi