Jelang Muktamar, Cak Imin Tegaskan NU Bukan Organisasi Politik

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan dan sosial yang tidak semestinya dijadikan arena pertarungan politik. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan menentukan kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin usai penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).
"Yang main-main di NU keluarkan saja. Yang berpolitik silakan di partai saja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan," ujar Cak Imin dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: Lima Tahun NU Dipimpin Gus Yahya, Cak Imin: Tak Ada Perubahan
Menurutnya, karakter NU sejak awal berdiri adalah sebagai organisasi yang menyatukan berbagai elemen masyarakat, bukan organisasi yang dibangun di atas kompetisi politik.
"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu," katanya.
Cak Imin juga mengungkapkan kerinduannya terhadap gaya kepemimpinan almarhum KH Hasyim Muzadi yang pernah memimpin PBNU pada periode 1999–2010.
"Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!" ucapnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya dinamika internal NU menjelang Muktamar ke-35 yang menjadi forum tertinggi organisasi. Muktamar dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk memilih Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak seluruh warga Nahdliyin menjaga persatuan selama proses menuju muktamar. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan kejujuran, musyawarah, dan menghindari kontroversi yang dapat memecah belah organisasi.
"Mari kita laksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya untuk dapat menghadirkan permusyawaratan, menghadirkan kebersamaan, dan menghadirkan gagasan-gagasan yang akan kita abdikan untuk kemaslahatan jamiah ini," ujar Gus Yahya.
Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU menjadi perhatian publik karena berlangsung setelah dinamika internal PBNU yang sempat mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Konflik antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebelumnya telah diselesaikan melalui kesepakatan mempercepat pelaksanaan muktamar pada Agustus 2026.
Baca Juga: Gus Yahya Balas Kritik Cak Imin: Belum Pernah Jadi Pengurus, Jadi Kurang Memahami Dinamika NU
Forum tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan NU untuk lima tahun mendatang. Di tengah menghangatnya bursa calon Ketua Umum PBNU, berbagai tokoh mulai menyampaikan pandangan mengenai masa depan organisasi, termasuk penegasan Cak Imin agar NU tetap menjaga khittahnya sebagai organisasi keagamaan yang berada di atas kepentingan politik praktis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








