Akurat Logo

Gus Ipul Dukung Cak Imin soal Pergantian Pimpinan NU yang Baru pada Muktamar ke-35 di Tambakberas Jombang

Lufaefi | 18 Juli 2026, 06:53 WIB
Gus Ipul Dukung Cak Imin soal Pergantian Pimpinan NU yang Baru pada Muktamar ke-35 di Tambakberas Jombang
Cak Imin dengan Gus Ipul (Instagram @gusipul.id)

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyambut positif pernyataan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang membuka ruang pembahasan mengenai regenerasi kepemimpinan PBNU menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Pernyataan tersebut mengemuka setelah Gus Ipul menilai usulan Cak Imin mengenai perlunya pemimpin baru di PBNU merupakan wacana yang layak didiskusikan dalam forum Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Menurut Gus Ipul, berbagai pandangan yang berkembang menjelang muktamar merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Ia menegaskan seluruh aspirasi, termasuk gagasan mengenai regenerasi kepemimpinan, dapat menjadi bahan pembahasan dalam sidang-sidang komisi sebelum diputuskan oleh para peserta muktamar.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Perubahan

"Saya kira wacana apa pun menjelang muktamar baik untuk didiskusikan. Apa yang disampaikan oleh Cak Imin patut dijadikan bahan refleksi PBNU dan kita diskusikan bersama-sama. Ini bisa menjadi masukan bagi muktamar," ujar Gus Ipul di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa keputusan-keputusan strategis mengenai kepemimpinan maupun aturan organisasi sepenuhnya berada di tangan peserta Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama. Karena itu, seluruh usulan yang berkembang akan diproses melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

Gus Ipul juga menyinggung aturan mengenai larangan rangkap jabatan Ketua Umum PBNU yang merupakan hasil keputusan Muktamar sebelumnya di Lampung. Menurutnya, ketentuan tersebut masih berlaku, namun peserta Muktamar memiliki kewenangan untuk mempertahankan, menyempurnakan, ataupun mengubahnya melalui mekanisme persidangan.

Sebelumnya, Cak Imin menyatakan PBNU memerlukan sosok pemimpin baru yang mampu menghadirkan pembaruan organisasi. Ia menilai regenerasi kepemimpinan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran NU dalam menghadapi tantangan keumatan, kebangsaan, dan perkembangan zaman.

Baca Juga: M. Nuh Sebut Muktamar ke-35 NU Jadi "Reuni Akbar Imajiner" Satu Abad Nahdlatul Ulama

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf turut merespons pandangan tersebut dengan menyatakan setiap pihak berhak menyampaikan pendapat mengenai masa depan organisasi. Namun, ia menilai penilaian terhadap kondisi PBNU sebaiknya didasarkan pada pemahaman terhadap dinamika internal organisasi dan capaian kepengurusan selama periode berjalan.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, diproyeksikan menjadi forum strategis yang tidak hanya memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, tetapi juga merumuskan arah kebijakan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi