Menag dan Ketum PBNU Hadiri Peluncuran Buku Pemikiran KH Ma'ruf Amin Jelang Muktamar NU

AKURAT.CO Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menghadiri peluncuran buku karya KH Ma'ruf Amin berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.
Peluncuran buku tersebut berlangsung di tengah persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Acara itu juga dihadiri sejumlah ulama dan tokoh nasional, di antaranya Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Ma'ruf Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Wakil Ketua Baznas KH Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh, Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli, Pengasuh Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin, serta sejumlah tokoh lainnya.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Ingatkan Independensi NU Jelang Muktamar ke-35
Buku yang ditulis Hj. Siti Haniatunnisa dan H. Muhammad Zainal Arifin tersebut merangkum pemikiran KH Ma'ruf Amin selama lebih dari lima dekade berkiprah di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pembahasannya berfokus pada tiga pilar utama organisasi, yakni fikroh (cara berpikir), manhaj (metode), dan harakah (gerakan).
Dalam pengantarnya, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tidak boleh dipahami hanya sebagai organisasi administratif.
"NU adalah sistem yang hidup. Jangan dibiarkan NU itu dilepas tanpa arah, tanpa irsyadat (petunjuk), tanpa taujihat (bimbingan)," tegas KH Ma'ruf Amin.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga khittah NU sebagai pedoman perjuangan yang diwariskan para pendiri organisasi.
Menurut KH Ma'ruf, gerakan Nahdlatul Ulama harus terus menjalankan tiga fungsi utama, yakni himayah (menjaga), ishlah (memperbaiki), dan taqwiyah (menguatkan), yang diterapkan dalam bidang keagamaan, kebangsaan, dan ekonomi.
Dalam bidang ekonomi, buku tersebut menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi sebagai fondasi dakwah. Gagasan itu ditelusuri dari sejarah berdirinya Nahdlatut Tujjar pada 1918 yang diprakarsai KH Abdul Wahab Hasbullah bersama Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy'ari.
Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan pengembangan gerakan ekonomi umat, termasuk Gerakan Koin NU yang berkembang menjadi gerakan filantropi nasional. KH Ma'ruf juga menawarkan konsep tasyri'iyyah al-iqtisadiyyah, yakni menghadirkan prinsip-prinsip fikih muamalah ke dalam regulasi, akad, dan kebijakan ekonomi syariah nasional guna memperkuat keadilan distributif.
Baca Juga: 5 Lokasi Ziarah Ulama di Jombang yang Direkomendasikan bagi Peserta Muktamar NU ke-35
Pada bagian penutup buku, KH Ma'ruf mengajak warga Nahdliyin membangun tradisi berorganisasi berdasarkan pemahaman, keyakinan, dan argumentasi yang kuat.
Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Tanah Air merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan yang harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Peluncuran buku ini menjadi salah satu rangkaian diskursus intelektual menjelang Muktamar NU ke-35. Selain menghadirkan gagasan mengenai arah gerakan Nahdlatul Ulama, forum tersebut juga menjadi ruang refleksi terhadap tantangan organisasi memasuki abad kedua perjalanan NU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









