Akurat Logo

Saksi Sebut Kuota Haji Tambahan Diusulkan Menag, Yaqut Protes

Lufaefi | 4 September 2026, 05:45 WIB
Saksi Sebut Kuota Haji Tambahan Diusulkan Menag, Yaqut Protes
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengikuti sidang korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/9/2026). - Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Mantan Direktur Bina Umrah dan Haji Kementerian Agama Jaja Jaelani menyebut kuota tambahan haji sebanyak 20 ribu jemaah untuk 2024 merupakan usulan Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas. Namun, dalam persidangan, Jaja kemudian mengakui pernyataan tersebut hanya berdasarkan asumsi.

Hal itu terungkap dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 dengan terdakwa Yaqut Cholil Qoumas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (3/9) malam.

Awalnya, kuasa hukum Yaqut, Mellisa Anggraini, meminta Jaja menjelaskan siapa pihak yang mengusulkan tambahan kuota haji kepada pemerintah Arab Saudi.

“Indonesia itu siapa Pak? Menteri Agama?” tanya Mellisa.

“Pak Menteri Agama,” jawab Jaja.

Mellisa kemudian kembali memastikan apakah permintaan tersebut berasal dari Menteri Agama atau Presiden Joko Widodo.

“Pak Presiden yang meminta atas usul dari Menteri Agama,” jawab Jaja.

Namun, ketika ditanya mengenai dasar pengetahuannya, Jaja menyatakan informasi tersebut diketahuinya dari pemberitaan media sosial.

“Bapak dapat pemahaman atau pengetahuan dari mana bahwa kuota tambahan 20.000 itu usulan dari menteri?” tanya Mellisa.

Baca Juga: Gus Ipul Sayangkan Pernyataan Cak Imin: Jangan Reduksi NU Jadi Urusan PMII dan HMI

“Itu di media sosial, saat kunjungan Presiden ke Arab Saudi, Bu,” jawab Jaja.

Jaja juga mengungkapkan Yaqut tidak ikut dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi ketika pembicaraan mengenai tambahan kuota tersebut berlangsung. Menurut dia, salah satu pejabat yang hadir adalah Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo.

Kementerian Agama, kata Jaja, baru mengetahui Indonesia memperoleh tambahan kuota 20 ribu jemaah ketika kunjungan Jokowi ke Arab Saudi. Tambahan kuota tersebut diumumkan pada 20 Oktober 2023 untuk penyelenggaraan haji 2024.

Keterangan Jaja kemudian dipertanyakan langsung oleh Yaqut. Mantan Menteri Agama itu meminta saksi memperjelas siapa menteri yang dimaksud mengusulkan tambahan kuota kepada Presiden.

“Tadi saya mendengarkan saudara saksi juga mengatakan bahwa menteri mengusulkan kepada Presiden untuk mendapatkan tambahan kuota 20.000 kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Menteri yang bapak maksud itu siapa?” tanya Yaqut.

Jaja kemudian mengubah keterangannya dengan menyebut pernyataan tersebut sebagai asumsi.

“Nah, itu tadi hanya asumsi saya,” kata Jaja.

Yaqut langsung memprotes keterangan tersebut karena menyangkut perkara yang sedang dihadapinya.

“Oh, itu asumsi. Ini soal nasib saya loh Pak. Jangan berasumsi dengan nasib saya Pak,” ujar Yaqut.

Jaja kemudian menjelaskan bahwa kesimpulannya didasarkan pada menteri-menteri yang hadir dalam kunjungan ke Arab Saudi.

“Menteri yang hadir pada saat itu,” ujar Jaja.

“Berarti bukan Menteri Agama?” tanya Yaqut.

“Menteri yang hadir pada saat itu,” jawab Jaja.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi