IAW Ke Kejagung: Apa Kabar Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Chromebook Kementerian Pendidikan

AKURAT.CO Masih teringat dalam benak publik, pada akhir November 2022, Indonesian Audit Watch (IAW) mengajukan permohonan penyelidikan dan penyidikan kepada Jaksa Agung Republik Indonesia terkait pengadaan laptop atau chromebook oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Program digitalisasi pendidikan yang telah berlangsung sejak 2019-2024 dengan total anggaran mencapai Rp17,42 triliun itu diduga IAW sarat dengan penyimpangan kewenangan dari sejak awal perencanaan atau seminimal-minimalnya ketidakhati-hatian yang berpotensi merugikan negara.
Pada tahun 2021 saja, Kemendikbudristek menganggarkan Rp3,7 triliun untuk belanja perangkat TIK, termasuk 189.840 unit laptop.
Sebagian dana berasal dari DAK Fisik, mencapai total 284.147 laptop, 17.510 wireless router, 10.799 proyektor, 10.799 konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner. Tambahan Rp 1,4 triliun dari dana insentif daerah (DID) juga mendukung digitalisasi pendidikan.
Namun, terdapat dugaan ketidak-cukupan dalam pengadaan, seperti harga pembelian yang lebih tinggi dari harga pasar, spesifikasi yang tidak sesuai, dan harga pengadaan yang berfluktuasi pada tahun berikutnya.
Baca Juga: Soal Dugaan Korupsi Rapidin Simbolon, Komisi III: Kita Serahkan Ke Penegak Hukum
Berdasarkan investigasi yang telah dilakukan IAW terdapat indikasi kolaborasi antara enam perusahaan lokal dengan Google terkait produksi laptop Chromebook.
Pengadaan itu disebut menggunakan teknik konsolidasi pengadaan, yang seharusnya bisa meningkatkan efisiensi. Namun tampaknya tidak mencapai tujuan.
Salah satunya terlihat dari PT Data Script yang melakukan monopoli Sistem Chrome Data Management (CDM). CDM & Enrollment Service atau disebut Chrome Education Upgrade (CEU) adalah lisensi dari Google yang dibutuhkan admin IT atau operator sekolah untuk dapat mengelola berbagai perangkat Chromebook sekaligus dari satu platform cloud.
Sedangkan enrollment service adalah layanan atau solusi untuk mendaftarkan lisensi CEU ke perangkat chromebook secara manual atau otomatis (zero-touch).
Atas hal tersebut, IAW memohon kepada Jaksa Agung untuk memulai penyelidikan hingga penyidikan atas pengadaan tersebut.
"Diharap Kejaksaan Agung dapat mengajukan audit potensi kerugian negara kepada Badan Pemeriksa Keuangan. Terlebih proses-proses penyelidikan yang sudah dilakukan oleh tim penyelidik sudah secara kuat mengarah pada bukti-bukti kuat, utamanya keterkaitan petinggi Kemendikbudristek menggunakan orang-orang terdekatnya mengkondisikan sistim CDM tersebut," ujar sekretaris pendiri Indonesia Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).
Baca Juga: Kejagung Tunda Kasus Terkait Capres-cawapres Hingga Pemilu Selesai
IAW juga berharap Jaksa Agung mampu mengungkap modus operandi pengkondisian orang terdekat petinggi itu dengan kinerja menyimpang para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendikbudristek tersebut.
"Itu mungkin modus tercanggih yang bisa diungkap Kejaksaan Agung, sehingga bisa mampu membuktikan keterlibatan banyak pihak dalam pengadaan itu," kata dia.
Selain mendorong Kejagung, IAW juga mengajak peran serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan supervisi terhadap penyelidikan tersebut sehingga publik bisa meyakini tingkat keseriusan Kejaksaan Agung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









