Akurat
Pemprov Sumsel

Bukan Dito Mahendra, Terdakwa Galumbang Baru Tahu Nama Menpora Dito Ariotedjo

Oktaviani | 4 Oktober 2023, 12:00 WIB
Bukan Dito Mahendra, Terdakwa Galumbang Baru Tahu Nama Menpora Dito Ariotedjo

AKURAT.CO Dari saksi hingga terdakwa dalam skandal korupsi proyek BTS 4G Kominfo memastikan ada aliran uang kepada Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo.  
 
Uang itu diserahkan untuk mengamankan kasus BTS 4G Kominfo di Kejaksaan Agung. Jumlahnya mencapai sekitar Rp27 miliar.
 
Jika sebelumnya di dalam persidangan perkara tersebut terdakwa yang dihadirkan sebagai saksi yakni Irwan Hermawan mengakui soal uang Rp27 miliar kepada Dito, pada persidangan Selasa (3/10/2023) kemarin, giliran Galumbang Menak Simanjuntak, mantan Direktur Utama PT Moratelindo itu yang mengakui Dito menerima dana senilai Rp27 miliar.
 
 
Namun demikian, Galumbang yang juga berstatus sebagai terdakwa dalam perkara BTS, mengatakan jika dia tidak ikut "menyeberangkan" uang tersebut. Melainkan lewat Windi dan Resi Yuki Bramani yang merupakan karyawan Moratelindo.
 
Dalam persidangan untuk terdakwa Anang Achmad Latif, Johnny Gerard Plate, dan Yohan Suryanto, Galumbang yang dihadirkan sebagai saksi bercerita, sebelumnya bertemu dengan Dito, awalnya pihak mereka berkomunikasi dengan Naek Parulian Washington alias Edward Hutahaean.
 
Sekedar informasi soal Edward, dia adalah eks Komisaris Independen di PT Pupuk Indonesia Niaga anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Jabatan Edward sebagai Komisaris Independen di PT Pupuk Indonesia Niaga dicabut pasca-dirinya diperiksa oleh penyidik Gedung Bundar Kejagung, dalam kaitannya di perkara BTS 4G Kominfo.
 
 
Kembali dalam persidangan kemarin, seperti cerita Irwan, Galumbang pun mengaku memutuskan hubungan dengan Edward karena selain uang Rp15 miliar untuk mengurus kasus BTS 4G di Kejagung, Edward juga meminta proyek. Karena banyak minta itu lah, "kerja sama" dengan Edward dibatalkan.
 
"Saya dari Edward lalu enggak jadi karena mengancam akan membuldoser. Akhirnya batal (dengan Edward). Lantas, Irwan ketemu Wawan yang mengaku punya bos bisa amankan perkara BTS 4G bernama Windu Aji," kata Galumbang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
 
Lagi-lagi Galumbang mengakui sama seperti cerita Irwan, setelah bertemu dengan Windu, maka dikenalkan dengan seorang pengacara bernama Setio. Kepada Windu Aji, ada dua kali penyerahan uang.
 
 
Pertama senilai Rp33 miliar yang langsung diserahkan Irwan. Kedua, senilai Rp33 miliar yang diserahkan Windi Purnama, teman Irwan sekaligus kurir. Total dana kepada Windu mencapai Rp66 miliar.
 
"Tapi gagal (juga amankan perkara BTS 4G)," kata Galumbang.
 
Setelah itu, kata Galumbang, Windu justru mengenalkannya kepada seseorang bernama Dito. Ketika itu, Galumbang tidak mengetahui nama lengkap Dito. Karena itu, dalam berita acara pemeriksaannya (BAP), nama Dito disebut sebagai Dito Mahendra.
 
Untuk memastikan sosok Dito itu, jaksa melalui laptop yang ada dihadapannya menunjukkan foto yang merujuk kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotejo kepada Galumbang.
 
Melihat foto tersebut, Galumbang tanpa ragu, juga tanpa basa basi langsung memastikan bahwa Dito yang ditemuinya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga saat ini. Galumbang mengaku bertemu dengan Dito sebanyak dua kali. Dalam pertemuan itu, kata Galumbang, tidak ada membahas uang dan tidak ada pula permintaan soal uang dari Dito.
 
"Saya hanya tanya kepada Irwan punya uang berapa. Saya baru tahu jumlahnya Rp27 miliar sekarang ini. Sebelumnya saya tidak tahu. Penyerahannya oleh Resi (karyawan Moratelindo) dan mengaku sudah diserahkan kepada Dito," kata Galumbang. 
 
Soal penyerahan uang dari Resi kepada Dito itu juga dibenarkan Windi Purnama, yang sama-sama dihadirkan sebagai saksi. Menurut Windi, Resi yang menyerahkan uang kepada Dito di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.
 
Sementara Windi hanya bertugas menyerahkan uang tersebut kepada sopir Resi. "Saya hanya serahkan ke sopir Resi sebanyak dua kali. Soal angkanya saya tidak hafal," ujar Windi.
 
Pernyataan Galumbang tersebut membenarkan kesaksian Irwan dan Windi sebagaimana yang termuat dalam BAP dan keterangan mereka dalam persidangan BTS 4G beberapa waktu lalu.
 
Dalam BAP Irwan misalnya, ada pengakuan menerima uang sekitar Rp243 miliar, dari tujuh sumber yang berbeda dalam rentang waktu 2021-2022.
 
Selanjutnya, berdasarkan arahan Anang Latif, Irwan menyalurkan dana itu untuk 11 penerima.
 
Adapun 11 penerima dana dari Irwan adalah;
 
1. Staf menteri Rp10 miliar (April 2021-Oktober 2022)
2. Anang Latif Rp3 miliar (Desember 2021)
3. Pokja, Feriandi dan Elvano Rp 2,3 miliar (pertengahan 2022)
4. Latifah Hanum Rp1,7 miliar (Maret dan Agustus 2022)
5. Nistra Rp70 miliar (Desember 2021 dan pertengahan 2022)
6. Erry (Pertamina) Rp10 miliar (pertengahan 2022)
7. Windu dan Setyo Rp75 miliar (Agustus-Oktober 2022)
8. Edwar Hutahaean Rp15 miliar (Agustus 2022)
9. Dito Ariotedjo Rp27 miliar (November-Desember 2022)
10. Walbertus Wisang Rp4 miliar (Juni-Oktober 2022)
11. Sadikin Rp40 miliar (pertengahan 2022).
 
Sementara Windi dalam BAP-nya mengatakan, pihaknya menjadi kurir untuk mengambil dan mengantarkan uang sebagaimana arahan Irwan dan Anang Latif.
 
"Saya diminta menjadi kurir mengantar dan mengambil uang dari pihak-pihak yang diminta Irwan. Misalnya saya mengambil uang dari Bayu (PT Sarana Global Indonesia), Steven (PT Waradana Yusa Abadi), Winston/Tri (PT Surya Energi Indotama), anak buah Jemmy Sutjiawan (PT Fiberhome Technologies Indonesia) dan lain sebagainya," kata Windi.
 
Sementara hubungannya dengan Anang Latif, Windi mengaku mendapat arahan untuk menyerahkan uang kepada sejumlah pihak seperti Yunita, Feriandi Mirza, Jenifer, lalu nomor telepon atas nama Sadikin. Uang tersebut diserahkan di Plaza Indonesia, Jakarta.
 
"Untuk Nistra Komisi I DPR RI saya serahkan di Andara, di Sentul," ujar Windi lagi.
 
Masih merujuk kepada BAP Windi disebutkan bahwa dirinya, Anang Latif dan Irwan merupakan teman lama. Khususnya dengan Anang Latif, Windi menyebutkan merupakan teman sejak SMP, SMA hingga kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).
 
"Begitu juga dengan Irwan Hermawan, saat kumpul-kumpul, saya, Anang Latif dan Irwan, Anang Latif bercerita tentang proyek BTS. Saya melihat proyek ini sangat ambisius, apa mungkin dibangun sekian dan memakai microwave," kata Windi.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK