Pengganti Firli Bahuri Sudah Dipegang Jokowi, Ini Nama-nama yang Beredar

AKURAT.CO - Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera memberhentikan sementara Firli Bahuri dari jabatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditetapkan sebagai tersangka. Dua nama kandidat pengganti Firli kabarnya sudah di tangan Jokowi.
Saran agar Presiden Jokowi menunjuk pengganti Firli disampaikan antara lain oleh mantan Komisioner KPK Saut Situmorang.
Saut mengatakan selain memproses pemberhentian sementara Firli, Jokowi perlu segera menunjuk pengganti Firli karena akan mempengaruhi beban pekerjaan penanganan perkara oleh empat pemimpin KPK yang tersisa.
Saut menyebutkan Jokowi bisa mencari pengganti Firli dengan mengurutkan kembali nama-nama calon yang lolos tahap seleksi pencalonan komisioner KPK.
"Setidaknya kan masih bisa diambil dari 10 besar," kata Saut.
Baca Juga: Ketua KPK Firli Bahuri Resmi Tersangka
Salah satu dari dua nama yang kabarnya sudah dikantongi Jokowi adalah I Nyoman Wara. Wara masuk 10 besar calon pimpinan KPK jilid V namun namanya tidak masuk dalam 5 besar saat pemilihan di DPR.
Nyoman merupakan pegawai di BPK. Dia menjabat sebagai Auditor Utama Investigatif BPK saat mendaftar sebagai capim KPK 2019-2023.
Nyoman memulai kariernya sebagai seorang auditor sejak 1989 dengan bekerja di Bank Indonesia. Sebelum bergabung di BPK, Nyoman sempat bekerja di Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Kementerian Keuangan. Kariernya di BPK dimulai saat dia dipercaya menjadi Kepala Perwakilan BPK RI Perwakilan Provinsi Banten.
Baca Juga: Firli Bahuri Lawan Kapolda Metro Jaya Lewat Praperadilan, Sidang Perdana 11 Desember
Nama lainnya adalah Pahala Nainggolan yang saat ini menjabat Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK. Sama seperti Nyoman Wara, Pahala ikut mendaftar sebagai calon pimpinan KPK pada 2019 lalu.
Pahala termasuk satu dari 13 internal KPK yang mendaftar dan dinyatakan lolos syarat administrasi. Pahala tidak mengikuti proses seleksi selanjutnya setelah Pansel menyatakan dia tidak lolos tes psikologi.
Pahala Nainggolan memiliki pendidikan dan pengalaman sebagai auditor. Pahala menyelesaikan pendidikan pada 1986 dan mengawali karir sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk perwakilan Bali.
Karir Pahala Nainggolan cukup baik namun pada tahun 1995 mengundurkan dari di BPKP. Selepas itu, Pahala bekerja pada berbagai perusahaan multinasional dan menjadi konsultan pada sejumlah proyek hibah luar negeri yang dibiayai oleh USAID, AUSaid, Bank Dunia dan CIDA. Tidak disebutkan alasan Pahala meninggalkan pekerjaan di BPKP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








