Jadi Hakim Tunggal Praperadilan Firli, Pandawa Nusantara berharap Imelda jadi 'Wali Tuhan' Putuskan dengan Benar

AKURAT.CO DPP Pandawa Nusantara angkat bicara terkait perkara yang melibatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Firli Bahuri (FB) atas dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sudah lebih satu bulan masih menjadi perbincangan yang hangat dikalangan publik.
Sekjen DPP Pandawa Nusantara, Faisal Anwar menilai, penetapan status tersangka Firli Bahuri oleh Polda Metro Jaya pada merupakan implikasi serangan balik mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo yang dijadikan tersangka oleh KPK.
Tak lama menyandang tersangka, kini Firli Bahuri mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 24 November 2023. Perkara yang tercatat dengan nomor 314/Praper/IISPAXI/2023 tersebut akan mulai disidang pada 11 Desember mendatang yang dipimpin Hakim tunggal Imelda Herawati Dewi Prihatin.
Baca Juga: Tampil Enerjik, Maliq & D'Essentials Ajak Penonton Gembira di Akurat Fest 2023
Menyikapi dinamika perkara firli Bahuri yang berkembang pada saat ini, DPP Pandawa Nusantara berpandangan, mengutip Adnan Buyung Nasution, bahwa ide pembentukan lembaga praperadilan berasal dari adanya hak habeas corpus dalam sistem hukum Anglo Saxon (common law system), yang memberikan jaminan fundamental terhadap hak asasi manusia khususnya hak kemerdekaan.
Habeas Corpus Act memberikan hak pada seseorang untuk melalui suatu surat perintah pengadilan menuntut pejabat yang melakukan penahanan atas dirinya (polisi ataupun jaksa) membuktikan bahwa penahanan itu tidak melanggar hukum (ilegal).
"Hal ini untuk menjamin bahwa perampasan ataupun pembatasan kemerdekaan terhadap seorang tersangka atau terdakwa itu benar-benar telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku maupun jaminan hak-hak asasi manusia," kata Faisal, Sabtu (9/12/2023).
DPP Pandawa Nusantara, tutur Faisal mendorong Hakim Imelda Herawati Dewi Prihatin yang akan memimpin sidang Praperadilan dapat benar-benar menjadi 'Wali Tuhan' di dunia. Dengan 'predikat' seperti itu, publik berharap hakim memberikan keadilan untuk semua orang.
Baca Juga: Borneo vs PSIS: Perpanjang Tren tak Terkalahkan, Pesut Etam Kokoh di Puncak Klasemen Jauhi Bali
"Tanpa predikat 'wakil Tuhan' pun sejatinya posisi seorang hakim tidak sama dengan penegak hukum lainnya. Ia pengadil, di tengah, memiliki tempat lebih tinggi daripada siapa pun di ruang sidang. Pada ujung palunya diletakkan nasib para pencari keadilan," tutur Faisal.
Lebih Lanjut, terang Faisal DPP Pandawa Nusantara berharap Hakim Imelda Herawati Dewi Prihatin juga mampu membentengi diri dari segala bentuk godaan, rayuan dan bujukan dari pihak-pihak yang ingin mengintervensi perkara ini.
"Publik berharap Lembaga peradilan menjadi tempat bagi warga negara untuk mencari keadilan yang sebenarnya, bukan sebagai “ladang cawe-cawe” oleh pihak-pihak tertentu," terangnya.
DPP Pandawa Nusantara tegas Faisal menentang segala bentuk cawe-cawe yang bersumber dari dalam (pengadilan) dan eksternal (luar pengadilan) yang dapat mempengaruhi Keputusan sidang praperadilan.
"Oleh karena itu, DPP Pandawa Nusantara mengajak kepada semua pihak untuk ikut berpartisipasi untuk mengawal proses sidang praperadilan nanti dapat berjalan dengan sesuai kaidah hukum yang berlaku," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









