Motif Penusukan Imam Musala di Kebon Jeruk karena Dendam Cinta Tak Direstui

AKURAT.CO Polisi mengungkap, motif penusukan hingga tewas seorang Imam Musala bernama M Saidi (71) di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, karena dendam rasa sukanya terhadap cucu korban tak direstui.
"Jadi berdasarkan pengakuan pelaku, pelaku menaruh dendam terhadap korban MS, ketika pelaku menyukai salah satu cucu korban yang bernama A," kata Kapolres Jakarta Barat, M Syahduddi, dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (25/4/2024).
Rasa dendam ini berawal sekitar dua tahun lalu, saat cucu korban masih bekerja sebagai pegawai salah satu toko emas dan pelaku bekerja sebagai sekuriti di Pasar Kedoya.
Baca Juga: Sepekan Buron, Pelaku Penusukan Imam Musala di Jakbar Berhasil Diamankan
"Kemudian pelaku menaruh hati ke cucu korban atas nama A, kemudian pelaku datang berkunjung ke rumah A yang juga rumah korban. Namun dalam kegiatan bertamunya, pelaku mendapatkan sambutan atau perlakuan yang kurang baik, menurut pelaku terkesan merendahkan pelaku. Sehingga pelaku merasa sakit hati dan berencana melakukan aksi pembunuhan tersebut," jelas Syahduddi.
Menurutnya, pembunuhan ini baru dilakukan setelah dua tahun, lantaran pelaku ingin warga sekitar rumah korban lupa dengan wajah ataupun identitas pelaku. Selain itu, motif pembunuhan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan unsur sara.
"Murni kepada urusan pribadi itu dendam pelaku terhadap korban," bebernya.
Sebelumnya, pelaku penusukan hingga tewas seorang imam musala bernama M Saidi (71) yang hendak salat subuh di Kedoya Utara, Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pelaku ditangkap pada Kamis (23/5/2024) malam.
"Iya barusan (ditangkap) di wilayah Jakarta Utara," kata Andri saat dihubungi wartawan, Kamis (23/5/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







