Akurat
Pemprov Sumsel

Kasus Dugaan Pelecehan Naik ke Penyidikan, Korban Tunggu Rektor UP Ditetapkan Jadi Tersangka

Dwana Muhfaqdilla | 15 Juni 2024, 13:40 WIB
Kasus Dugaan Pelecehan Naik ke Penyidikan, Korban Tunggu Rektor UP Ditetapkan Jadi Tersangka

AKURAT.CO Kuasa hukum RZ dan DF, Amanda Manthovani, mengapresiasi langkah polisi yang telah menetapkan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan rektor nonaktif Universitas Pancasila (UP) Edie Toet Hendratno naik ke tahap penyidikan.

"Alhamdulilah sekarang ini saya apresiasi berarti polisi sudah mempunyai kemajuan menurut saya, sudah punya sikap tegas untuk bisa melanjutkan proses ini," katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/6/2024).

Amanda mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu tindakan tegas lain dari penyidik kepolisian, yakni agar status Edie segera dinaikan menjadi tersangka.

"Harusnya sudah cukup (dinaikan menjadi tersangka). Artinya di sini perlu keberanian dari pada penyidik untuk memberikan sikap," tuturnya.

Baca Juga: Status Pelecehan Seksual Naik Penyidikan, Rektor Nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Nilai Janggal

Selain itu, Amanda mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah dilecehkan oleh Edie. Hanya saja, dia belum ingin melapor karena masih menunggu proses hukum kedua kliennya rampung.

Diceritakannya, pelecehan terjadi saat pihak dari eks rektor mengajak bertemu untuk bermediasi. Saat itu, dirinya dihubungi oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum Universitas Pancasila.

"Beliau mendapatkan perintah dari rektor saat itu. Rektor minta ketemu saya mau bicara. Saya bilang 'ini minta ketemuannya mau ngapain ya' . Dia jawab 'Oh mau lakukan mediasi'. Sekarang gini, kalau orang tidak berbuat ngapain mau mediasi," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Rektor Universitas Pancasila Naik ke Tahap Penyidikan

Karena hal itu, Amanda akhirnya bertemu dengan sang rektor nonaktif di kawasan Pondok Indah. Dia didampingi oleh rekannya, Yasen, sedangkan Edie malah ditemani oleh enam staf kampus. Amanda pun bertanya-tanya.

"Kita ketemu tanggal 31 (akhir) Februari saya lupa kita ketemu jam 2 siang. Padahal itu bukan urusan kantor, tetapi urusan oknum rektor yang lakukan pelecehan. Ada apa ini," tukasnya.

Selanjutnya, pelecehan tersebut diawali dengan pertanyaan yang diutarakan oleh Edie Toet Hendratno mengenai usia Amanda.

"Mbak Amanda usianya berapa tahun," tanya Edie.

"51 tahun," jawab Amanda.

"Seksi ya seksi banget. Masih padat," jawab Edie Toet Hendratno sambil mengarahkan diri ke Amanda.

Amanda menuturkan, kejadian itu disaksikan oleh banyak orang dan dirinya merasa heran bahwa sang rektor seberani itu.

"Di depan stafnya saja dia berani lecehkan saya di mana dia ngajak saya untuk mediasi, tapi dia malah lecehkan saya dan didepan staf saya dia bicara seperti itu," tukas Amanda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.