Akurat
Pemprov Sumsel

Kemlu Tuntut Tanggung Jawab Pihak Terkait Atas Meninggalnya WNI di Kamboja

Sulthony Hasanuddin | 11 September 2024, 20:43 WIB
Kemlu Tuntut Tanggung Jawab Pihak Terkait Atas Meninggalnya WNI di Kamboja

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri membenarkan kabar wafatnya seorang WNI di Kamboja.

Kemlu memastikan perwakilan RI akan terus menangani kasus tersebut, termasuk menuntut pertanggungjawaban pihak terkait.

Pernyataan Direktorat Pelindungan WNI dan BHI Kemlu melaporkan WNI bernama Hendi Musaroni (24) yang diketahui bekerja di Kamboja dilaporkan meninggal dunia oleh otoritas setempat karena serangan jantung.

"KBRI Phnom Penh kemudian telah berupaya menelusuri perusahaan tempat Handi bekerja, selaku pihak yang harus bertanggung jawab memulangkan jenazah," tulis pernyataan Direktorat PWNI Kemlu yang diterima di Jakarta, Rabu (9/11/2024).

Kemlu menyatakan bahwa perusahaan tempat almarhum bekerja hingga kini tak dapat dihubungi.

Sementara, jenazah Hendi masih disimpan di Yim Funeral House, Phnom Penh, dengan difasilitasi KBRI.

Baca Juga: Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan: Syarat, Prosedur, dan Waktu Pencairan

KBRI Phnom Penh akan terus berkomunikasi dengan keluarga almarhum dan mengupayakan pemulangannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Serta memastikan pihak-pihak terkait menunaikan tanggung jawabnya.

Terpisah, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Leily Pujiati, menjelaskan, pekerja ojek daring bernama Siti Rahmah yang merupakan ibunda dari Almarhum Hendi, meminta pertolongan untuk pemulangan jenazah anaknya.

Menurut Siti, Handi berangkat ke Kamboja untuk bekerja pada 16 Mei 2024.

Meski tak disebutkan nama perusahaan tempat Hendi bekerja, Siti meyakini lokasi kerja anaknya berada di dekat Tuol Sangke, Phnom Penh.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap Harga iPhone 16, Termahal Rp18 Jutaan

Berdasarkan titik lokasi yang dibagikan di aplikasi percakapan daring.

Siti mengaku komunikasi dengan Hendi berlangsung lancar hingga 16 Agustus 2024, saat dirinya mendapat kabar bahwa Hendi sakit keras.

Di hari yang sama, Hendi tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia.

Saat mengabari sakit, Hendi mengaku ingin pulang ke Indonesia, namun perusahaan tempatnya bekerja tidak membayarkan gajinya.

Siti pun menduga bahwa Hendi menjadi korban perdagangan orang di Kamboja.

Baca Juga: Jokowi Terima Atlet Paralimpiade Paris di Istana, Serahkan Bonus Total Rp36,25 Miliar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.