Diduga Judol, PPATK Blokir Rekening dan Tutup Usaha Hiburan Valhalla
Dwana Muhfaqdilla | 14 November 2024, 17:30 WIB

AKURAT.CO Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening dan menutup kegiatan usaha tempat hiburan Valhalla lantaran diduga terlibat judi online (judol).
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana pada Kamis (14/11/2024).
“Terdapat pihak-pihak yang diduga terkait judi online yang terkoneksi dengan yang bersangkutan,” kata Ivan saat dihubungi wartawan.
Meski begitu, Ivan belum menjelaskan lebih detail apakah dugaan judi online di Valhalla ini terkait dengan judol di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) atau tidak. Hanya saja, dirinya memastikan sudah belasan rekening yang diblokir.
“Rekening dia dan kegiatan usahanya diblokir. Itu dulu sudah cukup deh. Beberapa belas aja (rekening yang diblokir), berkembang terus. Nilai masih dihitung,” ungkap dia.
Selain itu, dia mengutarakan bahwa PPATK telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terkait pemblokiran ini.
"Nanti biar penyidik yang akan mendalami hal ini," tutup Ivan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





