KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Shelter Tsunami NTB
Oktaviani | 30 Desember 2024, 19:19 WIB

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan tempat evakuasi sementara atau shelter tsunami di Lombok, Nusa Tenggara Barat tahun 2014.
Adapun, dua tersangka yang ditahan yakni Aprialely Nirmala (AN) selaku pejabat Kementerian PUPR dan Agus Herijanto (AH) selaku kepala proyek PT Waskita Karya saat itu.
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/12/2024), mengatakan, berdasarkan audit investigasi ditemukan adanya penyimpangan yang merugikan keuangan negara Rp18,4 miliar dalam pembangunan shelter tsunami tersebut.
"KPK telah menemukan bukti cukup menetapkan AN dan AH sebagai tersangka," kata Asep.
Terhadap kedua tersangka korupsi shelter tsunami NTB tersebut, KPK menjeratnya dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tipikor.
"Kedua tersangka, AN dan AH dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung mulai tanggal 30 Desember 2024 sampai dengan tanggal 18 Januari 2025. Dan penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara Cabang Rutan dari Rutan Klas I Jakarta Timur," Asep menjelaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







