KPK Dalami Modus Pemalakan Rohidin Mersyah Buat Modal Pilkada

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pemerasan dan penerimaan gratifikasi yang dilakukan mantan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.
Sebanyak tujuh saksi telah dimintai keterangannya soal perintah pengumpulan dana untuk modal Rohidin Mersyah ikut pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Saksi hadir semua, didalami terkait dengan pengumpulan uang oleh ASN Pemprov Bengkulu untuk kepentingan pemenangan tersangka RM (Rohidin Mersyah) pada Pilkada Provinsi Bengkulu 2024," jelas Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, melalui keterangannya, Jumat (17/1/2025).
Baca Juga: DPR Cium Aroma Politisasi dalam OTT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
Ia merinci inisial tujuh yang diperiksa yakni R, MRH, EA, SP, RM, AH dan EYH.
"Pemeriksaan dilakukan di Polresta Bengkulu," kata Tessa.
KPK belum mau menyampaikan besaran uang yang diminta Rohidin Mersyah kepada anak buahnya untuk ikut pilkada.
Informasi itu masih dirahasiakan sampai persidangan digelar.
Baca Juga: Rohidin Mersyah Bisa Ikut Pilkada Meski Berstatus Tersangka Korupsi? Begini Penjelasan KPU
Penyidik KPK sebelumnya menemukan total Rp7 miliar sebagai barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bengkulu.
Uang yang ditemukan berbentuk Rupiah, Dolar AS dan Dolar Singapura.
Sebanyak delapan orang ditangkap pada Sabtu (23/11/2024) lalu.
Namun, hanya tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Rohidin Mersyah; Adc Gubernur Bengkulu, Evriansyah; dan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri.
Baca Juga: KPK Sita Uang Rp7 Miliar dari OTT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
Para tersangka kemudian dijerat Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 KUHP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







