Akurat
Pemprov Sumsel

KPK Buka Penyelidikan Baru Usut Penyokong Dana Pelarian Harun Masiku

Yusuf | 21 Februari 2025, 14:59 WIB
KPK Buka Penyelidikan Baru Usut Penyokong Dana Pelarian Harun Masiku

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, terkait kasus dugaan suap pengurusan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan terkait buronan Harun Masiku.

Selain terus memburu keberadaan Harun Masiku, KPK juga membuka penyelidikan baru untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi donatur dalam pelarian mantan calon legislatif tersebut.

Diketahui, Harun Masiku telah berstatus buronan sejak Januari 2020, namun hingga saat ini keberadaannya masih menjadi misteri. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa meskipun jejak Harun belum ditemukan, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif.

"Jejaknya sampai hari ini memang belum ditemukan, tetapi kami tetap berusaha keras untuk mengetahui keberadaannya. Ini merupakan prioritas bagi kami, dan target utamanya tentu adalah penangkapan," ujar Setyo ditulis Jumat (21/2/2025).

Baca Juga: KPK Sebut Perbuatan Hasto Kristiyanto Bikin Harun Masiku Tak Dapat Ditangkap

Sementara itu, Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyoroti aspek finansial dalam pelarian Harun. Menurutnya, seorang buronan memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti tempat tinggal dan transportasi.

Oleh karena itu, KPK kini tengah mendalami kemungkinan adanya pihak-pihak yang mendanai pelariannya.

"Kami menyelidiki siapa saja yang mendukung logistik Harun selama pelariannya. Dia tentu membutuhkan biaya untuk menyewa tempat tinggal, berpindah-pindah lokasi, serta transportasi. Seorang buronan tidak bisa bekerja secara terbuka karena akan segera dikenali publik, sehingga pasti ada yang menanggung kebutuhannya," jelas Asep.

Namun, dia belum dapat mengungkapkan informasi lebih lanjut terkait siapa saja yang diduga terlibat dalam pendanaan tersebut.

"Saat ini, hal ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut. Kami mohon bersabar, karena penyelidikan akan terus berjalan hingga terungkap siapa yang mendukung pelariannya," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
S