KPK Buka Penyelidikan Baru Usut Penyokong Dana Pelarian Harun Masiku

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, terkait kasus dugaan suap pengurusan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan terkait buronan Harun Masiku.
Selain terus memburu keberadaan Harun Masiku, KPK juga membuka penyelidikan baru untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi donatur dalam pelarian mantan calon legislatif tersebut.
Diketahui, Harun Masiku telah berstatus buronan sejak Januari 2020, namun hingga saat ini keberadaannya masih menjadi misteri. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa meskipun jejak Harun belum ditemukan, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif.
"Jejaknya sampai hari ini memang belum ditemukan, tetapi kami tetap berusaha keras untuk mengetahui keberadaannya. Ini merupakan prioritas bagi kami, dan target utamanya tentu adalah penangkapan," ujar Setyo ditulis Jumat (21/2/2025).
Baca Juga: KPK Sebut Perbuatan Hasto Kristiyanto Bikin Harun Masiku Tak Dapat Ditangkap
Sementara itu, Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyoroti aspek finansial dalam pelarian Harun. Menurutnya, seorang buronan memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti tempat tinggal dan transportasi.
Oleh karena itu, KPK kini tengah mendalami kemungkinan adanya pihak-pihak yang mendanai pelariannya.
"Kami menyelidiki siapa saja yang mendukung logistik Harun selama pelariannya. Dia tentu membutuhkan biaya untuk menyewa tempat tinggal, berpindah-pindah lokasi, serta transportasi. Seorang buronan tidak bisa bekerja secara terbuka karena akan segera dikenali publik, sehingga pasti ada yang menanggung kebutuhannya," jelas Asep.
Namun, dia belum dapat mengungkapkan informasi lebih lanjut terkait siapa saja yang diduga terlibat dalam pendanaan tersebut.
"Saat ini, hal ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut. Kami mohon bersabar, karena penyelidikan akan terus berjalan hingga terungkap siapa yang mendukung pelariannya," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








