Ray Rangkuti: Jika Jaksa Kebal Hukum, Rakyat Kehilangan Tempat Berlindung

AKURAT.CO Pengamat politik, Ray Rangkuti, mengkritik keras pola imunitas dalam penanganan kasus Tom Lembong oleh Kejaksaan Agung.
Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik daring bertajuk “Tom Lembong, Keadilan, dan Imunitas Jaksa” yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Demokrasi Kita (FOKAD), Jumat (14/3/2025).
Ray Rangkuti menyoroti pernyataan dari Kejaksaan Agung yang menyebut bahwa serangan terhadap seorang jaksa sama dengan serangan terhadap institusi.
Ia menilai sikap tersebut menunjukkan adanya perlindungan berlebihan terhadap aparat penegak hukum.
“Pernyataan semacam ini sudah sering kita dengar. Ketika seorang jaksa mendapat kritik atau dianggap diserang, langsung dianggap sebagai ancaman terhadap Kejaksaan Agung,” ujar Ray.
Baca Juga: Rugikan Masyarakat, DPR Minta Polri Usut Tuntas Kecurangan Produsen MinyaKita
Menurutnya, pola perlindungan semacam itu mencerminkan ketimpangan perlakuan antara pejabat dan rakyat biasa.
Jika masyarakat kecil menghadapi ketidakadilan, permasalahan mereka tidak pernah dianggap sebagai serangan terhadap seluruh rakyat Indonesia.
“Hak-hak pejabat selalu diutamakan. Mereka disapa dengan gelar ‘Yang Terhormat’, sementara rakyat biasa diperlakukan sebaliknya. Ironisnya, bahkan mereka yang pernah terlibat kasus korupsi tetap dihormati setelah kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.
Ray juga menganggap, pola imunitas yang muncul dalam kasus Tom Lembong memperlihatkan upaya Kejaksaan Agung untuk melindungi institusinya dengan mengorbankan prinsip keadilan.
“Ini mencerminkan mindset Orde Baru yang terus bertahan. Hukum yang seharusnya menjadi batas kekuasaan pejabat malah digunakan sebagai tameng untuk menghindari kritik dan proses hukum,” ujarnya.
Ray berharap sistem hukum di Indonesia dapat lebih adil dan transparan. Menurutnya, kritik terhadap pejabat dan institusi negara seharusnya dilihat sebagai upaya perbaikan, bukan dianggap sebagai ancaman.
Baca Juga: Cara Menggunakan DeepSeek AI Menggunakan Browser Web dan Aplikasi Seluler
“Kita perlu memastikan bahwa institusi penegak hukum tidak kebal dari kritik dan akuntabilitas. Jika tidak, rakyat akan kehilangan tempat untuk berlindung dan mencari keadilan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









