Periksa Staf Ahli Mantan Menakertrans Era Cak Imin, KPK Dalami Pemberian Uang dalam Mengurus Izin TKA

AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap Muller Silalahi, staf ahli mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Erman Soeparno, dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, saksi hadir memenuhi panggilan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (16/6/2025).
"Saksi MS hadir pukul 08.56 WIB," katanya.
Baca Juga: KPK Sudah Peringatkan Celah Korupsi Izin Tenaga Kerja Asing sejak Era Cak Imin
Disampaikan Budi, setelah pensiun, Muller Silalahi bergabung ke PT TM sebagai agen jasa pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).
Dia didalami pengetahuannya mengenai pemberian uang dalam proses pengurusan izin TKA.
"MS (Muller Silalahi), Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan tahun 2008-2010. Didalami pengetahuannya terkait pemberian uang kepada tersangka," ujar Budi.
Baca Juga: KPK Geledah Kemnaker Terkait Dugaan Suap Tenaga Kerja Asing
Diketahui, dalam kasus ini KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka, yakni;
1. Suhartono, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) tahun 2020-2023.
2. Haryanto, Direktur PPTKA tahun 2019-2024 yang juga Dirjen Binapenta dan PKK tahun 2024-2025.
3. Wisnu Pramono, Direktur PPTKA tahun 2017-2019.
4. Devi Angraeni, Koordinator Uji Kelayakan Pengesahan PPTKA tahun 2020-Juli 2024 yang juga Direktur PPTKA tahun 2024-2025.
5. Gatot Widiartono, Kepala Subdirektorat Maritim dan Pertanian Ditjen Binapenta dan PKK tahun 2019-2021 yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPTKA tahun 2019-2024 serta Koordinator Bidang Analisis dan Pengendalian TKA Direktorat PPTKA tahun 2021-2025.
Baca Juga: KPK Terus Pantau Pencegahan Korupsi di Sektor Pendidikan
Kemudian tiga staf pada Direktorat PPTKA tahun 2019-2024 atas nama Putri Citra Wahyoe, Jamal Shodiqin dan Alfa Eshad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








