Komisi III Jadwalkan Ulang Rapat dengan Menteri Hukum dan Sekretaris Negara Bahas Rancangan KUHAP

AKURAT.CO Komisi III DPR dijadwalkan menggelar rapat kerja bersama Menteri Hukum dan Menteri Sekretaris Negara untuk membahas Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP).
Ketua Komisi III, Habiburokhman, mengatakan, rapat kerja pembahasan Rancangan KUHAP dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa (8/7/2025) pukul 13.00 WIB.
Baca Juga: Regulasi Belum Diatur di KUHAP, Penyadapan Kejagung Belum Bisa Dilakukan
Rapat pembahasan Rancangan KUHAP sebelumnya dijadwalkan berlangsung hari ini, namun ditunda demi kesiapan teknis dan substansi pembahasan.
"Raker hari ini dengan Mensesneg dan Menteri Hukum itu ditunda sampai besok, Selasa. Jam 13 kita mulai raker dengan Menteri Hukum dan Menteri Sekretariat Negara tentang RUU KUHAP," ujar Habiburokhman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (7/7/2025).
Baca Juga: DPR Siap Bahas RUU KUHAP, Dasco: Partisipasi Publik Sudah Maksimal
Agenda utama pembahasan dalam raker tersebut akan difokuskan pada penguatan prinsip restorative justice, perlindungan hak-hak tersangka dan penguatan peran advokat dalam proses peradilan pidana.
"Intinya Insya Allah fokusnya adalah pada maksimalisasi restorative justice, perlindungan hak tersangka dan penguatan peran advokat," ungkap Habiburokhman.
Baca Juga: Komisi III DPR Tegaskan Tahap Penyelidikan Tetap Perlu Diatur dalam KUHAP
Komisi III juga memastikan bahwa pembahasan Rancangan KUHAP tidak akan mengubah keseimbangan kewenangan antarlembaga penegak hukum.
"Dengan catatan, kita tidak mengutak-atik, tidak mengurangi, tidak menggeser kewenangan antara institusi. Jadi, akan tetap ajeg sebagaimana selama ini," kata Habiburokhman.
Baca Juga: Habiburokhman Didesak Minta Maaf Atas Pernyataan Soal Mahkamah Konstitusi di RUU KUHAP
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






