KPK Gelar OTT di Riau, Gubernur Abdul Wahid Turut Diamankan

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Kali ini OTT digelar di Provinsi Riau, Senin (3/11/2025).
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi senyap tersebut.
"Benar (ada OTT)," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Baca Juga: Zulhas Soal OTT Immanuel Ebenezer: Pemerintah Jelas Perangi Korupsi
Fitroh belum merinci lebih jauh mengenai kasus yang melatarbelakangi operasi tersebut.
Namun, ia mengonfirmasi bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah Gubernur Riau, Abdul Wahid.
"Salah satunya (yang ditangkap Gubernur Riau)," kata Fitroh.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim lembaga antirasuah masih berada di lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap para pihak yang diamankan.
"Nanti kalau sudah bisa kami konfirmasi, pasti akan disampaikan. Saat ini masih berproses," ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai jumlah pihak yang ditangkap maupun barang bukti yang diamankan hasil OTT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








