Percepat Kasus Tambang Konawe Utara Jadi Alasan Kejagung Datangi Kemenhut

AKURAT.CO Kejaksaan Agung (Kejagung) mengambil langkah proaktif dalam penanganan perkara pertambangan di Konawe Utara dengan mendatangi Kementerian Kehutanan untuk mencocokkan dan melengkapi data penyidikan.
Upaya ini dilakukan guna mempercepat proses penyidikan yang telah berjalan sejak 2025.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan penyidik membutuhkan data tambahan setelah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi, penggeledahan, serta penyitaan dokumen di Sulawesi Tenggara.
“Data yang kami peroleh cukup banyak, tetapi masih ada yang perlu disesuaikan dan dilengkapi. Karena itu penyidik datang langsung ke Kementerian Kehutanan,” ujar Anang di Kejaksaan Agung, Kamis (8/1/2026).
Menurut Anang, data yang dibutuhkan mencakup wilayah yang luas dengan volume dokumen yang besar.
Untuk menjaga efektivitas penyidikan, penyidik memilah data yang benar-benar relevan dengan perkara yang sedang ditangani.
Baca Juga: Reformasi Polri Harus Fokus Mengubah Kultural Organisasi
Ia menambahkan, kedatangan penyidik ke Kementerian Kehutanan dilakukan secara proaktif sekaligus atas undangan pihak kementerian.
Direktorat Jenderal Planologi disebut mendukung penuh proses tersebut dengan memberikan data yang tersedia dan berkomitmen melengkapi kekurangan apabila masih dibutuhkan.
“Langkah ini diambil agar proses penyidikan berjalan lebih cepat dan tidak berlarut-larut,” katanya.
Menanggapi istilah pencocokan data, Anang menegaskan bahwa penyidikan perkara tambang Konawe Utara telah dimulai sejak 5 September 2025.
Sejumlah dokumen dan alat bukti telah dikumpulkan, namun masih diperlukan penyesuaian data agar selaras dengan kebutuhan pembuktian.
“Pencocokan data ini bersifat spesifik untuk kepentingan penyidikan di Konawe Utara, agar tidak melebar ke isu di luar perkara,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







