Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Masuk Tahap Pembuktian

AKURAT.CO Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.
Dengan putusan tersebut, sidang perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook resmi dilanjutkan ke tahap pembuktian.
Putusan sela dibacakan Ketua Majelis Hakim, Purwanto S. Abdullah, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/1/2026).
"Menimbang bahwa oleh karena eksepsi atau perlawanan terdakwa dan penasihat hukumnya dinyatakan tidak dapat diterima. Maka surat dakwaan Penuntut Umum adalah sah menurut hukum dan pemeriksaan terdakwa harus dilanjutkan," ujar Purwanto, membacakan amar putusan.
Majelis Hakim menilai surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah memenuhi syarat formil sebagaimana diatur dalam Pasal 75 Ayat 2 huruf A KUHAP terbaru.
Selain itu, dakwaan juga dinyatakan memenuhi syarat materiil sebagaimana Pasal 75 Ayat 2 huruf B KUHAP terbaru karena telah menguraikan secara cermat, jelas dan lengkap tindak pidana yang didakwakan, termasuk waktu dan tempat kejadian perkara.
Hakim menyebut bahwa dalil keberatan terdakwa dan penasihat hukumnya terkait dakwaan obscuur libel seluruhnya menyangkut materi pokok perkara yang harus dibuktikan dalam persidangan.
"Dalil-dalil perlawanan mengenai dakwaan obscuur libel berkaitan dengan pembuktian pokok perkara yang akan diuji di persidangan, bukan mengenai kejelasan rumusan dakwaan itu sendiri. Oleh karena itu, perlawanan tersebut harus ditolak," jelas Purwanto.
Dengan ditolaknya eksepsi tersebut, majelis memastikan sidang perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook dilanjutkan ke tahap pembuktian. Melalui pemeriksaan saksi dan alat bukti lainnya.
Dalam perkara ini, Nadiem Makarim didakwa melakukan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp2,18 triliun terkait pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).
Jaksa menyebut perbuatan Nadiem Makarim dilakukan bersama sejumlah pihak, yakni Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, serta Jurist Tan.
Selain itu, Nadiem Makarim juga didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp809,59 miliar yang diduga berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui PT Gojek Indonesia.
Atas perbuatannya, Nadiem Makarim didakwa melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Baca Juga: Nadiem Makarim Rugikan Negara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








