Modus Penipuan Drama China Terbaru Terungkap, OJK Bongkar Cara Pelaku Menjerat Korban dengan Iming-iming Uang Mudah

AKURAT.CO Pernah membayangkan bisa mendapatkan uang hanya dengan menonton drama China dari rumah? Tawaran seperti ini mungkin terdengar menarik, terutama bagi pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga yang ingin memperoleh penghasilan tambahan. Namun di balik janji keuntungan cepat tersebut, tersimpan risiko besar yang kini menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Belakangan, modus penipuan drama China menjadi salah satu bentuk penipuan digital terbaru yang berhasil diungkap OJK melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI). Modus ini memanfaatkan popularitas drama China untuk menarik korban dengan janji pendapatan harian, bonus tambahan, hingga keuntungan investasi yang menggiurkan.
Ringkasan
Modus penipuan drama China adalah skema penipuan digital yang menawarkan penghasilan harian melalui tugas menonton film, pembelian hak cipta drama, atau aktivitas online lainnya dengan syarat menyetor sejumlah dana terlebih dahulu.
Ciri-ciri umumnya meliputi:
Menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan tugas sederhana.
Menjanjikan keuntungan tetap setiap hari.
Meminta korban melakukan deposit dana.
Mengharuskan anggota merekrut peserta baru.
Menggunakan nama atau identitas perusahaan asing untuk meningkatkan kepercayaan.
Menurut OJK, pola seperti ini berpotensi merugikan masyarakat karena dana yang disetorkan korban tidak dikelola dalam aktivitas usaha yang jelas dan legal.
Apa Itu Modus Penipuan Drama China?
Modus penipuan drama China merupakan bentuk penipuan online yang memanfaatkan tren hiburan digital. Pelaku biasanya mengajak korban bergabung ke sebuah platform atau aplikasi yang mengklaim bekerja sama dengan industri film atau pemegang hak cipta drama China.
Korban dijanjikan keuntungan harian hanya dengan menyelesaikan tugas tertentu, seperti:
Menonton episode drama.
Memberikan rating pada film.
Membeli hak cipta film secara virtual.
Menyelesaikan misi harian di aplikasi.
Padahal, aktivitas tersebut sering kali hanya menjadi alat untuk membangun kepercayaan korban sebelum diminta menyetor dana dalam jumlah yang lebih besar.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengungkapkan bahwa Satgas PASTI telah menghentikan kegiatan usaha YUDIA yang diduga menjalankan skema tersebut.
"Satgas PASTI menghentikan kegiatan usaha YUDIA yang diduga melakukan penipuan dengan modus penawaran pekerjaan paruh waktu dan pembelian hak cipta film drama China untuk memperoleh pendapatan harian dan bonus tambahan," ujar Dicky Kartikoyono dalam konferensi pers RDKB OJK Mei 2026 beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 5 Drama Korea Terbaru Juni 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
Baca Juga: Sinopsis Film Jangan Buang Ibu, Drama Keluarga Penuh Haru yang Tayang 25 Juni 2026
Bagaimana Cara Kerja Penipuan Drama China?
Meski tampak sederhana, modus ini dirancang dengan strategi yang cukup rapi untuk memengaruhi psikologi korban.
Tahap 1: Korban Direkrut Melalui Media Sosial
Pelaku biasanya menyebarkan iklan melalui media sosial, grup percakapan, atau pesan pribadi.
Isi promosi umumnya menawarkan:
Penghasilan tambahan.
Kerja dari rumah.
Tugas mudah tanpa pengalaman.
Keuntungan harian yang stabil.
Karena menggunakan tema hiburan, banyak orang tidak langsung curiga.
Tahap 2: Diberi Tugas Sederhana
Setelah bergabung, korban diminta menjalankan tugas ringan seperti menonton video atau memberikan ulasan.
Pada tahap awal, pelaku sering memberikan komisi kecil yang benar-benar bisa dicairkan.
Inilah tahap yang sangat penting dalam skema penipuan.
Tahap 3: Korban Mulai Percaya
Ketika korban berhasil menarik komisi pertama, rasa percaya mulai tumbuh.
Mereka berpikir:
"Kalau uangnya bisa masuk, berarti platform ini memang nyata."
Padahal, pembayaran awal tersebut sering kali merupakan investasi pelaku untuk mendapatkan kepercayaan korban.
Tahap 4: Diminta Deposit Dana
Setelah korban merasa nyaman, pelaku mulai menawarkan paket keuntungan yang lebih besar.
Misalnya:
Deposit Rp500 ribu mendapat bonus Rp100 ribu.
Deposit Rp2 juta mendapat keuntungan harian.
Pembelian hak cipta drama dengan imbal hasil tertentu.
Pada tahap ini korban mulai mengeluarkan uang pribadi.
Tahap 5: Dana Sulit Ditarik
Masalah biasanya muncul ketika korban ingin menarik keuntungan dalam jumlah besar.
Alasan yang diberikan bermacam-macam:
Akun perlu verifikasi.
Harus membayar pajak terlebih dahulu.
Perlu upgrade keanggotaan.
Sistem sedang dalam pemeliharaan.
Ujungnya, dana korban tidak bisa dicairkan.
Mengapa Modus Ini Efektif Menjebak Korban?
Inilah bagian yang sering luput dari pembahasan.
Banyak orang menganggap korban penipuan adalah mereka yang kurang memahami teknologi. Faktanya, tidak sedikit korban berasal dari kalangan terdidik.
Ada beberapa alasan psikologis yang membuat modus ini efektif.
1. Menjual Aktivitas yang Terlihat Aman
Jika dahulu penipuan identik dengan investasi bodong atau skema cepat kaya, kini pelaku menjual aktivitas yang tampak normal.
Menonton film adalah kebiasaan sehari-hari jutaan orang.
Karena itu, risiko terlihat lebih kecil dibanding tawaran investasi mencurigakan.
2. Efek Uang Mudah
Ketika seseorang memperoleh komisi pertama, otak cenderung menganggap sistem tersebut valid.
Fenomena ini dikenal sebagai trust building scam, yaitu membangun kepercayaan melalui keuntungan kecil sebelum mengambil dana yang lebih besar.
3. Memanfaatkan Kebutuhan Ekonomi
Di tengah tingginya kebutuhan hidup, tawaran penghasilan tambahan menjadi sangat menarik.
Pelaku memahami kondisi ini dan menggunakannya sebagai pintu masuk.
Daftar Modus Penipuan Digital yang Diungkap OJK
Selain YUDIA, Satgas PASTI juga menghentikan beberapa entitas lain yang diduga melakukan penipuan dan investasi ilegal.
Entitas | Modus yang Digunakan |
|---|---|
YUDIA | Menonton drama China dan pembelian hak cipta film |
CANTVR | Penawaran investasi saham IPO palsu |
Magento | Pembuatan akun e-commerce dan deposit dana |
Appeninc | Tugas menebak gambar untuk memperoleh keuntungan |
VID | Menonton iklan dan pembiayaan proyek fiktif |
Sensenowai | Investasi kripto dengan skema copy trading |
Menurut OJK, sebagian besar entitas tersebut menggunakan praktik impersonation atau pencatutan nama perusahaan asing untuk meningkatkan kredibilitas mereka.
Penipuan Digital Kini Menjual Hiburan, Bukan Lagi Produk Keuangan
Ada perubahan menarik dalam dunia penipuan digital beberapa tahun terakhir.
Dulu, pelaku fokus menjual produk keuangan seperti:
Investasi bodong.
Arisan online.
Robot trading ilegal.
Kini pendekatannya berubah.
Pelaku menjual aktivitas yang terasa biasa:
Menonton drama.
Menonton iklan.
Menjalankan tugas online.
Membuat akun e-commerce.
Strategi ini jauh lebih efektif karena korban tidak merasa sedang berinvestasi atau mengambil risiko besar.
Paradoksnya, semakin sederhana aktivitas yang ditawarkan, semakin rendah tingkat kewaspadaan calon korban.
Inilah sebabnya mengapa edukasi literasi digital menjadi semakin penting.
Simulasi Nyata: Bagaimana Korban Bisa Kehilangan Uang?
Bayangkan seorang karyawan bernama Andi menemukan iklan kerja sampingan.
Hari pertama:
Menonton video.
Mendapat Rp20.000.
Uang berhasil ditarik.
Hari ketiga:
Ditawarkan paket premium.
Deposit Rp500.000.
Hari kelima:
Mendapat bonus virtual.
Saldo aplikasi bertambah.
Hari ketujuh:
Diminta top up Rp2 juta agar keuntungan bisa dicairkan.
Hari kesepuluh:
Akun terkunci.
Customer service menghilang.
Dana tidak bisa ditarik.
Pola seperti ini berulang pada banyak kasus penipuan online modern.
Cara Mengenali Modus Penipuan Drama China
Agar tidak menjadi korban, perhatikan tanda-tanda berikut:
✅ Menjanjikan keuntungan tetap tanpa risiko.
✅ Meminta deposit dana di awal.
✅ Menggunakan nama perusahaan besar tanpa bukti resmi.
✅ Mengharuskan merekrut anggota baru.
✅ Tidak memiliki izin resmi.
✅ Sulit memberikan informasi perusahaan yang jelas.
✅ Menawarkan keuntungan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Menjadi Korban?
Jika sudah terlanjur terlibat, lakukan langkah berikut:
Simpan seluruh bukti transaksi.
Dokumentasikan percakapan dan tangkapan layar.
Segera laporkan ke Indonesia Anti Scam Centre (IASC).
Laporkan ke OJK melalui kanal resmi.
Hubungi bank terkait untuk pemblokiran rekening.
Laporkan ke kepolisian apabila mengalami kerugian finansial.
Menurut Dicky Kartikoyono, hingga 20 Mei 2026, Indonesia Anti Scam Centre telah memblokir 504.447 rekening yang terindikasi terkait aktivitas penipuan dengan total dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp633,5 miliar.
Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman penipuan digital masih menjadi masalah serius di Indonesia.
Mengapa Kasus Ini Penting bagi Masyarakat?
Kasus penipuan drama China bukan sekadar persoalan kehilangan uang.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pelaku kejahatan siber terus beradaptasi mengikuti tren yang sedang populer di masyarakat.
Hari ini menggunakan drama China.
Besok bisa menggunakan game online, kecerdasan buatan, atau tren digital lainnya.
Artinya, perlindungan terbaik bukan hanya menghindari satu aplikasi tertentu, melainkan memahami pola manipulasi yang digunakan pelaku.
Ketika masyarakat mampu mengenali pola tersebut, peluang menjadi korban akan jauh lebih kecil.
Penutup
Kasus yang diungkap OJK menunjukkan bahwa wajah penipuan digital terus berubah mengikuti tren yang sedang diminati masyarakat. Jika dahulu pelaku menjual mimpi menjadi kaya lewat investasi bodong, kini mereka menjual aktivitas sehari-hari yang tampak aman, termasuk menonton drama China.
Karena itu, kemampuan mengenali pola manipulasi menjadi benteng pertama sebelum uang benar-benar hilang. Di era digital, kewaspadaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Pantau terus perkembangan informasi dan peringatan dari OJK agar tidak menjadi korban modus penipuan berikutnya.
Baca Juga: Bikin Baper! Inilah 15 Rekomendasi Drama China Romantis Terbaru 2025 yang Terpopuler
Baca Juga: Lee Joon Resmi Bintangi Drama Korea Pendek Adaptasi Webtoon "The Tax Reaper"
FAQ
Apa itu modus penipuan drama China?
Modus penipuan drama China adalah skema penipuan digital yang menawarkan penghasilan dari aktivitas seperti menonton film atau membeli hak cipta drama dengan syarat menyetor dana tertentu.
Apakah menonton drama China bisa menghasilkan uang?
Secara umum tidak ada skema resmi yang memberikan penghasilan tetap hanya dengan menonton drama. Masyarakat perlu berhati-hati jika ada tawaran semacam itu, terutama jika disertai permintaan deposit dana.
Mengapa korban diminta melakukan deposit?
Deposit biasanya digunakan pelaku untuk mengumpulkan dana dari korban. Setelah dana terkumpul dalam jumlah besar, akses pencairan sering kali dipersulit.
Apa itu Satgas PASTI?
Satgas PASTI adalah Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal yang dibentuk untuk menangani aktivitas investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai bentuk penipuan keuangan.
Apa itu Indonesia Anti Scam Centre (IASC)?
IASC merupakan pusat penanganan penipuan transaksi keuangan yang membantu koordinasi pelaporan dan pemblokiran rekening terkait aktivitas penipuan.
Bagaimana cara mengetahui aplikasi ilegal?
Periksa legalitas perusahaan, izin usaha, serta status Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Hindari aplikasi yang tidak memiliki informasi perusahaan yang jelas.
Bagaimana cara melapor jika menjadi korban penipuan online?
Korban dapat melapor ke OJK, IASC, bank terkait, dan aparat penegak hukum dengan membawa bukti transaksi serta dokumentasi komunikasi dengan pelaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





