Kortastipidkor Polri Minim Portofolio, Harus Ada Bukti Operasi Bukan Tebang Pilih

AKURAT.CO Langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), disorot berbagai pihak.
Polri dinilai masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk meyakinkan publik bahwa setiap operasi yang dilakukan murni bertujuan menegakkan hukum, bukan dipengaruhi kepentingan lain.
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri, mengatakan pada prinsipnya dia mengapresiasi langkah Polri dan memilih berasumsi bahwa operasi yang dilakukan Kortastipidkor merupakan penegakan hukum murni.
Baca Juga: Sita Setengah Triliun di Kasus Batu Bara, Pakar Kepolisian UNAIR Minta Polri Jangan Takut Intervensi
"Saya mengapresiasi kerja Polri. Saya ingin asumsikan ini murni operasi penegakan hukum," kata Reza dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Meski demikian, dia mengaku terkejut setelah menelusuri rekam jejak penanganan perkara Kortastipidkor melalui situs resminya. Berdasarkan data yang dia lihat, aktivitas terbaru lembaga tersebut dalam pemberantasan korupsi tercatat pada Oktober 2025.
Menurutnya, kondisi itu memunculkan pertanyaan ketika dibandingkan dengan KPK dan Kejaksaan Agung yang dalam beberapa waktu terakhir justru mengungkap sejumlah perkara korupsi bernilai besar.
"Saya jadi bertanya-tanya, ketika KPK dan Kejagung beruntun melakukan pengungkapan kasus-kasus raksasa, mengapa Polri lewat Kortastipidkornya justru cenderung sunyi," ujarnya.
Dia juga menilai, data di situs resmi tersebut menunjukkan perkara-perkara yang pernah ditangani Kortastipidkor selama ini masih berada pada skala yang lebih kecil, dibandingkan kasus-kasus besar yang ditangani lembaga penegak hukum lainnya.
Selain itu, Reza juga mempertanyakan waktu pengungkapan dugaan penyergapan terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Jika benar pembuntutan terhadap Jampidsus telah berlangsung sejak Mei 2024, seharusnya proses penegakan hukum dilakukan lebih cepat.
Baca Juga: Pakar Hukum Minta Kortastipikor Polri Sikat Korupsi Korporasi: Rugikan Negara Lahir Batin!
"Padahal, salah satu kunci deterrence effect adalah kecepatan kerja," katanya.
Dari situ, Reza mengajukan sejumlah pertanyaan reflektif. Apakah Jampidsus menjadi satu-satunya target operasi kelas kakap Kortastipidkor, atau justru terdapat kesan tebang pilih dalam penanganan perkara korupsi yang melibatkan kalangan elite.
Dia juga menyinggung kemungkinan munculnya persepsi publik bahwa operasi tersebut merupakan bentuk retributive justice, atau aksi balasan terhadap langkah Kejaksaan Agung yang sebelumnya membongkar perkara korupsi yang menyeret sejumlah petinggi Polri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








