Kembangkan Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK Periksa Budiman Bayu Prasojo

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Budiman Bayu Prasojo, ASN Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, dalam pengembangan penyidikan perkara korupsi terkait bea dan cukai.
Budiman yang merupakan mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai Ditjen Bea dan Cukai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Budiman diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.
"Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan TPK terkait dengan Bea dan Cukai di Direktorat Jenderal Bea Cukai," katanya.
Budiman sendiri bukan nama baru dalam skandal korupsi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Ia telah berstatus terdakwa dalam perkara dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang saat ini bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Baca Juga: Sidang Kasus DJBC Ungkap Dana Pengusaha Dipakai Beli Tiket Dirjen Bea Cukai hingga Perangkat Podcast
Pemeriksaan Budiman kali ini dilakukan dalam rangka pengembangan penyidikan KPK. Namun, KPK belum mengungkap secara terperinci materi yang akan didalami penyidik dari keterangannya.
Perkara tersebut merupakan pengembangan kasus dugaan suap terkait importasi barang yang sebelumnya membongkar aliran uang dari PT Blueray Cargo kepada sejumlah pihak di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai.
Dalam pengembangan perkara, KPK juga telah menetapkan Gatot Heroe Hernanda sebagai tersangka. Gatot diduga menerima Rp3,25 miliar dari total sekitar Rp61,9 miliar yang disetorkan pemilik Blueray Cargo, John Field, kepada sejumlah pihak di lingkungan Bea dan Cukai selama periode Juli 2025 hingga Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








