Disebut Jadi Opsi Pengganti Gibran, Puan Maharani Hormati Proses di MK

AKURAT.CO Ketua DPR, Puan Maharani, merespons namanya yang disebut menjadi salah satu opsi pengganti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka apabila Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan terkait sengketa hasil Pilpres 2024.
Puan memilih tidak berspekulasi mengenai kemungkinan tersebut. Ia menegaskan menghormati proses hukum yang saat ini berjalan di MK.
"Kami sama-sama menghormati proses yang sedang berjalan di MK. Dan apapun keputusannya kami tentu saja akan menghormati keputusan yang sedang berjalan di MK," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Ketika ditanya mengenai gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang baru diajukan hampir dua tahun setelah pelaksanaan Pilpres 2024, Puan kembali menegaskan sikapnya untuk menghormati proses di MK.
"Kita menghormati proses yang sedang berjalan," ujarnya.
Baca Juga: MK Bacakan Putusan Perkara Syarat Pendidikan Gibran Hari Ini
Diketahui, Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 diajukan sejumlah pihak, termasuk Denny Indrayana, yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran saat ditetapkan sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Perkara tersebut diajukan jauh setelah batas waktu pengajuan sengketa hasil pemilu. Para pemohon meminta MK menyatakan Gibran tidak memenuhi syarat sebagai calon wakil presiden, serta membatalkan penetapannya.
Mereka juga meminta MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih wakil presiden baru dari dua calon yang diusulkan presiden apabila permohonan dikabulkan.
Hingga kini, proses perkara tersebut masih menjadi kewenangan MK untuk diputuskan.
MK mencatat agenda pengucapan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 dijadwalkan pada Selasa (6/10/2026) malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









